Gainers-Losers

Emiten Milik Boy Thohir Jawara, MPOW Masuk Top Losers Lagi!

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
01 July 2022 12:20
Suasana Bursa Efek Indonesia (BEI).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,94% di posisi 6.846,36 pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (1/7/2022) pasca rilis inflasi Tanah Air yang melesat pada periode Juni 2022 mencapai level tertinggi sejak Juni 2017.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), ada 127 saham naik, 415 saham merosot dan 141 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,63 triliun dengan volume perdagangan mencapai 10,42 miliar saham.

Di tengah melemahnya IHSG siang ini, terdapat lima saham yang tampil perkasa masuk jajaran top gainers dan lima saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjadi top losers.


Berikut 5 saham top gainers pada sesi I siang ini Jumat (1/7/2022).

1. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), naik +7,59%, ke Rp 1.700/unit

2. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), naik +5,95%, ke Rp 1.425/unit

3. PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK), naik +4,12%, ke Rp 101/unit

4. PT Trimitra Prawa Goldland Tbk (ATAP), naik +3,64%, ke Rp114/unit

5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), naik +3,6%, ke Rp 230/unit

Saham Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memimpin deretan top gainers pada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 206,96 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 124,58 juta unit saham.

Menurut data perdagangan, sejak perdagangan 20 Juni hingga Kamis (30/6/2022) saham ADMR hanya tercatat 1 kali menghijau, dengan 8 kali merah.

Selama 6 hari perdagangan ADMR berhasil mencatatkan kenaikan mencapai 35,79%. Namun selama Juni, ADMR mengalami penurunan 20,93%.

Sentimen yang menopang kinerja saham ADMR adalah melesatnya harga komoditas batu bara, Harga batu bara kembali menguat setelah menjalani periode negatif.

Pada perdagangan Kamis (30/6/2022), harga batu kontrak Agustus di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 368,95 per ton.Melonjak 2,5%. Menguatnya harga batu bara kemarin memperbaiki kinerja si batu hitam yang bergerak dalam tren negatif sejak Jumat pekan lalu.

Menguatnya harga batu bara didorong oleh permintaan yang masih tinggi dari kawasan Eropa dan Asia. Sementara Permintaan batu bara dari China juga diperkirakan akan meningkat menyusul pelonggaran karantina.

Pelonggaran tersebut diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi Beijing sekaligus meningkatkan permintaan batu bara. Kondisi ini tentunya menjadi sentimen positif bagi ADMR.

Jika melihat laporan keuangan ADMR per kuartal I 2022, laba bersih ADMR mencapai US$ 83,46 juta atau melesat 836,47% secara tahunan (yoy). Hal tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih 188,76% secara yoy menjadi US$ 182,14 juta.

Pendapatan ADMR mayoritas disumbang oleh penjualan batu bara kepada pihak berelasi (Coaltrade Services International Pte Ltd) mencapai US$ 137,00 juta.

Selain beberapa saham menjadi top gainers, terdapat beberapa saham yang menjadi top losers, berikut 5 saham top losers pada sesi I siang ini Jumar (1/7/2022).

1. PT Megapower Makmur Tbk (MPOW), turun -6,82%, ke Rp 123/unit

2. PT Grand House Mulia Tbk (HOMI), turun -6,67%, ke Rp 560/unit

3. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), turun -6,51%, ke Rp 2.440/unit

4. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), turun -6%, ke Rp 141/unit

5. PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), turun -5,24%, ke Rp 166/unit

Saham Megapower Makmur Tbk (MPOW) paling tajam penurunannya pada perdagangan sesi I siang ini. Bercokol di daftar top losers dengan nilai transaksi mencapai Rp 43,15 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 316,17 juta unit saham.

Menurut data perdagangan, sejak perdagangan 20 Juni hingga Kamis (30/6/2022) saham MPOW tercatat sudah 5 kali menghijau, dengan 4 kali merah. Dalam 8 hari perdagangan MPOW mencatatkan penurunan sebesar 28,25%.

Belum ada informasi signifikan mengenai kenaikan saham MPOW. Jika melihat kinerja laporan keuangannya, MPOW berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 10,91 juta pada kuartal I-2022.

Sebagai informasi, MPOW bergerak dalam bidang pengadaan barang dan jasa untuk pembangkit tenaga listrik. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2007.Perseroan merupakan anak perusahaan Bina Puri Holdings Bhd, perusahaan publik yang terdaftar di dewan utama Bursa Malaysia Berhad.

MPOW berfokus pada pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan untuk bisa menjaga kesinambungan dan memberi keuntungan di masa mendatang hal ini sejalan dengan program Green Economy yang tengah digaungkan Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Pendatang Baru Ini Jadi Top Loser dan Top Gainer Sesi 1


(aum/aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading