Harga Emas Jatuh, Termurah dalam 5 Bulan

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
01 July 2022 07:20
Ilustrasi Emas Pegadaian. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas jatuh ke level terendahnya dalam hampir lima bulan bulan terakhir. Pada perdagangan Jumat (1/7/2022) pukul 05:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.805,69 per troy ons. Melemah 0,07%.

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 3 Februari tahun ini atau nyaris dalam lima bulan terakhir di mana pada saat itu emas menyentuh US$ 1.804,49 per troy ons.
Pelemahan hari ini juga memperpanjang tren negatif emas yang sudah berlangsung sejak Senin pekan ini. Pada perdagangan kemarin, harga emas turun 0,56%.

Dalam sepekan, harga emas sudah menyusut 1,1% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga merosot 2,2%.



Jim Wyckoff, analis dari Kitco Metals, mengatakan harga emas anjlok karena kebijakan agresif bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Kekhawatiran resesi yang semula menjadi pendorong emas juga kini mulai berbalik arah. Di satu sisi, resesi diharapkan mendorong permintaan emas karena sifat emas sebagai aset aman.

Namun, resesi juga dikhawatirkan semakin melemahkan harga emas karena harga komoditas lain jatuh. Harga emas biasanya terdampak pergerakan komoditas lain seperti minyak mentah dunia.

"Emas melemah pada kuartal tahun ini karena pengetatan kebijakan The Fed. Ada kemungkinan juga resesi bisa menurunkan harga komoditas," tutur Wyckoff, seperti dikutip dari Reuters.

Langkah agresif the Fed dalam menurunkan inflasi dikhawatirkan bisa memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi sekaligus membuat harga komoditas jatuh. Data terbaru dari AS juga menunjukkan prospek ekonomi Negara Paman Sam loyo.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Amerika Serikat (AS) turun 4,5 poin pada Juni 2022 menjadi 98,7. Artinya ekonomi AS dipandang pesimistis. Indeks turun ke level terendah sejak Februari 2021.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan konsumsi meningkat 0,2% di Mei, terendah dalam lima bulan terakhir. Data ini menjadi indikasi awal bahwa inflasi AS mungkin sudah melewati puncaknya di Mei. Sebagai catatan, inflasi AS mencapai 8,6% (year on year/yoy) pada Mei yang menandai rekor tertingginya sejak Desember 1981.

Melemahnya konsumsi AS juga menjadi harapkan jika The Fed tidak akan seagresif sebelumnya.

"Semula, trader menganggap The Fed mengurangi kebijakan agresifnya karena inflasi kemungkinan membaik. Kondisi ini membantu emas. Namun, pasar kembali bearish dan harga emas jatuh karena trader memilih menjual emas," imbuh Wyckoff.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alon-alon Waton Kelakon! Harga Emas Perlahan Terus Naik


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading