Amerika Terancam Resesi, Harga Emas Naik

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
30 June 2022 07:34
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas merangkak naik menyusul memburuknya data perekonomian Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (30/6/2022) pukul 06:18 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.817,84 per troy ons. Menguat tipis 0,04%.

Menguatnya harga emas pagi ini menjadi kabar baik setelah sang logam mulia ambruk selama tiga hari beruntun. Pada perdagangan kemarin, harga emas turun 0,14% ke posisi US$ 1.817,11 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas sudah melemah 0,3% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga menyusut 2,1% sementara dalam setahun masih menguat 2,7%.



David Meger, Analis High Ridge Futures, mengatakan penguatan emas dibantu kabar buruk pertumbuhan ekonomi AS. AS, Rabu (29/6/2022), mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Negeri Paman Sam terkontraksi 1,6% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized) pada kuartal I-2022, lebih buruk dibandingkan ekspektasi pasar yakni 1,5%.  Kontraksi tersebut juga berbanding terbalik dengan pertumbuhan 6,9% pada kuartal IV-2021.

"Pelemahan ekonomi semakin memicu kekhawatiran mengenai ancaman resesi ke depan. Kekhawatiran tersebut mendorong pergerakan harga emas," tutur Meger, seperti dikutip Reuters.

Namun, dia mengingatkan bahwa harga emas juga masih akan dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dalam memerangi inflasi. The Fed sudah berkomitmen untuk membawa inflasi ke level 2% dan tidak akan ragu untuk menerapkan kebijakan yang agresif.

"Emas masih dalam situasi Tarik ulur karena besarnya komitmen Fed untuk memerangi inflasi," ujar Meger.

Emas merupakan aset lindung nilai saat inflasi tinggi. Namun, kenaikan suku bunga acuan the Fed untuk memerangi inflasi membuat harga emas terus tertekan dalam dua bulan terakhir.

Sejak The Fed mengambil kebijakan agresif pada Mei lalu, harga emas amblas dari level US$ 1.880 per troy ons pada awal Mei ke level US$ 1.810-1.820 per troy ons pada akhir Juni. Larangan impor emas dari Rusia yang akan dilakukan kelompok G7 semula diharapkan bisa mendongrak harga emas. Namun, emas nyaris tidak bergerak setelah kebijakan larangan impor tersebut diumumkan.

"Masih menarik dicermati apakah larangan impor akan berdampak kepada logam mulia seperti emas," tutur analis UBS Joni Teves.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Rekor Lagi!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading