Emasku Sayang, Emasku Malang...

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
29 June 2022 07:25
A Thai shopkeeper talks to customer who sold gold necklace to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas masih berada di jalur penurunan. Pada perdagangan Rabu (29/6/2022) pukul 06:08 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.819,02 per troy ons. Melemah 0,03%.

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 13 Mei lalu atau dalam 30 hari perdagangan terakhir serta semakin mendekatkan emas ke bawah level US$ 1.800 per troy ons. Pelemahan hari ini memperpanjang tren negatif emas yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir.

Dalam sepekan, harga emas sudah melemah 0,9% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga menyusut 2 % sementara dalam setahun masih menguat 3,3%.



"Emas terjebak di kisaran harga yang sekarang dan sepertinya akan sulit untuk bergerak melewati kisaran tersebut dalam jangka pendek. Pasar baru akan menemukan arah baru dalam pergerakan emas jika data ekonomi semakin lengkap dan kebijakan The Fed makin jelas," tutur Bob Haberkorn, analis dari RJO Futures, kepada Reuters.

Emas dinilai sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Emas juga akan menjadi pilihan saat perekonomian memburuk. Namun, kenaikan suku bunga acuan The Fed membuat gerak emas menjadi sangat terbatas bahkan cenderung melemah.

TD Securities mengatakan emas seperti ada dalam zona 'tidur'. Emas ditekan oleh dua arah yang berlawanan yaitu rezim hawkish The Fed dan kekhawatiran resesi yang membuat harganya sulit bergerak.

Matt Simpson dari City Index mengatakan harga emas sangat rentan terhadap berita sekecil apapun. Emas sempat menguat karena dollar Amerika Serikat (AS) melemah.

Namun, emas kembali melemah karena Presiden bank sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, Selasa (28/6/2022), menepis kemungkinan terjadinya resesi. Dia juga memastikan ECB akan fokus mengendalikan inflasi.

"Emas sangat rentan terhadap false break dan cepat berubah arahnya karena berita-berita kecil," tutur Simpson.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalah Sama Dolar, Emas Tumbang ke Level Terendah 2 Bulan!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading