Ini Bukti Pasar Modal RI 'Kebal' Pandemi

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
29 June 2022 14:44
Rapat Umum Pemegang Saham Foto: Rapat Umum Pemegang Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memandang, pencapaian industri pasar modal dalam negeri selama beberapa tahun terakhir, termasuk pada periode pandemi Covid-19 meningkat sangat signifikan.

Direktur Pengembangan BEI periode 2018-2022 Hasan Fawzi menjelaskan, terkait pencapaian pasar modal Tanah Air, didorong oleh indikator kinerja BEI yang mengacu pada beberapa aspek. Pertama, adanya persepsi investor terhadap pertumbuhan saham yang terwakili oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Sejak kejatuhan awal dampak pandemi akhir kuartal 1 2020, bahkan kita memasuki masa bearish bersama bursa lainnya. Tapi itu berlangsung tidak lama, bertahap pelan tapi pasti saham-saham yang semula mengalami penurunan harga signifikan lalu masuk fase recover yang cukup cepat. Nggak sampai 1 tahun IHSG sudah mencapai posisi sebelum adanya pandemi Covid," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (29/6).


Menurutnya, prospek industri pasar modal akan makin cerah ke depannya. Hal itu tercermin dari banyak pencapaian Bursa yang berhasil memecahkan rekor setiap tahunnya.

"Indikator lain dari sisi aktivitas transaksi di mana tren penciptaan rekor tertinggi naik secara rata-rata. Begitu juga nilai transaksi, volume transaksi, dan frekuensi kita terus mencatat rekor tertinggi," jelasnya.

Hasan melanjutkan, hal ini juga tidak terlepas dari variasi investasi. Dari sisi supply, dari pencatatan saham baru terus mencapai rekor dalam bentuk IPO saham baru maupun instrumen efek lainnya. Dengan demikian, ada variasi produk dan pilihan investasi yang makin beragam.

Dia melanjutkan lebih jauh, dari sisi demand juga tumbuh, khususnya pertumbuhan investor domestik ritel atau individu. Investor ritel yang nature-nya melakukan transaksi jangka pendek menjadi penopang nilai transaksi harian, volume dan frekuensi. 

"Dari sisi demand, kita beruntung dapat fase momentum pertumbuhan luar biasa dari jumlah investor di pasar modal kita. Kalau dibilang akibat dari pandemi, ada benarnya," ujarnya. 

Di sisi lain, masa pandemi juga menyadarkan masyarakat bahwa berinvestasi menjadi sangat penting dan berhasil mengubah mindset dari masyarakat yang gemar menabung menjadi gemar berinvestasi.

"Ini buah dari kita semua untuk menyadarkan masyarakat bahwa pasar modal jadi pilihan alternatif investasi. Kami juga gencar melakukan edukasi dan kampanye melalui upaya meningkatkan pemahaman dan literasi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Covid-19 Terus Meninggi, Apakah Masih Terkendali?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading