Terimakasih China, Bursa Eropa Kompak Dibuka Cerah!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
28 June 2022 14:55
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Staff

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal kompak berada di zona hijau pada perdagangan Selasa (28/6/2022), setelah China mengumumkan akan melonggarkan masa karantina Covid-19 untuk wisatawan asing.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi menguat 0,7% ke posisi 417,91, di mana saham emiten utilitas melesat 3% dan menjadi pemimpin kenaikan sektor. Namun, saham emiten kesehatan terkoreksi 0,3%.

Hal yang serupa terjadi pada indeks DAX Jerman naik 0,78% ke 13.289,22 dan indeks FTSE terapresiasi 0,98% ke 7.329,34. Sedangkan, indeks CAC Prancis menguat cukup tajam 0,9% ke posisi 6.101,8.


Kenaikan tersebut terjadi mengekor pergerakan bursa saham di Asia Pasifik yang bergerak ke zona hijau hari ini, setelah China melonggarkan karantina menjadi tujuh hari dan tiga hari lagi dihabiskan di tempat tinggal mereka masing-masing. Hal tersebut menjadi sinyal kepada pasar bahwa Beijing telah melonggarkan sikap ketatnya dalam memberantas Covid-19.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) juga bergerak menguat, meski sempat mengalami penurunan kemarin.

Investor di Wall Street masih menunggu rilis data ekonomi hari ini, termasuk indeks keyakinan konsumen per Juni dan penjualan rumah per April untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Kekhawatiran terhadap resesi telah meningkat baru-baru ini setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mencoba untuk meredam inflasi yang melonjak dengan menaikkan suku bunga acuan yang agresif.

Di Spanyol, pertemuan NATO digelar hari ini dengan agenda membahas perang Rusia-Ukraina. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kemarin bahwa NATO akan meningkatkan kesiagaan pasukannya dan menambah sebanyak 40.000 menjadi 300.000 pasukan.

Selain itu, hari ini akan dirilis data ekonomi dari indeks keyakinan konsumen Gfk Jerman.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Ukraina Perang, Bursa Saham Eropa 'Kebakaran'


(mae/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading