Longsor Hingga Banyak Sangkuters, Ada Apa Dengan Saham GZCO?

Market - Riset, CNBC Indonesia
28 June 2022 13:22
Seorang pria mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). Bursa Efek Indonesia mencatatkan pertumbuhan investor baru di bursa yang signifikan, dimana ada penambahan lebih dari 1 juta Single Investor Identification (SID) saham, reksa dana dan obligasi sehingga total investor sudah mencapai 3,5 juta. Digitalisasi di segala platform menjadi yang terpenting dan mengedukasi masyarakat agar semakin banyak yang berminat untuk berinvestasi di pasar modal. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah melesat sejak awal tahun 2022, harga saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) tampak mulai cooling down.

Saham produsen minyak sawit mentah (CPO) dan minyak kernel sawit (PKO) ini terpantau anjlok 31,25% dalam satu bulan terakhir.

Namun secara year to date (ytd) saham GZCO masih memberikan return dari capital gain sebesar 107,25%.


Sebagai salah satu emiten produsen sawit, harga saham GZCO bergerak sejalan dengan harga CPO acuan. Harga CPO yang tembus all time high (ATH) tahun ini menjadi katalis positif untuk harga saham GZCO.

Namun tren pelemahan harga CPO yang terjadi di awal Mei 2022 membuat harga saham GZCO pun ikut tertekan.

Di sepanjang tahun 2022 ini, harga saham GZCO sempat menyentuh posisi penutupan tertingginya di Rp 232/unit pada 18 April lalu.

Namun setelah itu harga saham GZCO sempat terkoreksi merespons kebijakan pemerintah yang melarang ekspor produk minyak sawit karena kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng dalam negeri.

Setelah keran ekspor minyak sawit kembali dibuka oleh pemerintah pada akhir bulan Mei lalu, harga saham GZCO kembali pulih.

Meskipun tak sempat kembali mencicipi posisi tertingginya di Rp 232/unit, harga saham GZCO sempat mencapai Rp 230/unit pada 20 Mei 2022. Hanya saja setelah itu harganya kembali melorot hingga hari ini.

Pada sesi I perdagangan Selasa (28/2/2022), harga saham GZCO terpantau melemah 2,05% ke Rp 143/unit.

Saham GZCO dibuka di Rp 149/unit tetapi setelah itu ditransaksikan di Rp 142-150/unit sebanyak 2.503x dengan total nilai transaksi sebesar Rp 3,5 miliar pada perdagangan intraday.

Untuk diketahui GZCO merupakan emiten sawit yang juga terafiliasi dengan crazy rich Indonesia yaitu Prajogo Pangestu yang mengempit 470.418.000 saham atau setara dengan 7,84% kepemilikan saham.

Prajogo Pangestu sendiri merupakan salah satu dari 10 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang juga memiliki saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 70,85% dan anak usahanya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) secara langsung sebesar 7,78%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kemarin Berhasil Selamat, Hari Ini IHSG Masih Rawan Koreksi


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading