Kurs Dolar Singapura Masih Bolak-balik di Kisaran Rp 10.700

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 June 2022 11:40
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura merosot melawan rupiah pada perdagangan Senin (27/6/2022). Meski demikian, sejak pekan lalu dolar Singapura masih bolak-balik di kisaran Rp 10.700/US$, yang merupakan level termahal di tahun ini.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 10:30 WIB dolar Singapura diperdagangkan di kisaran Rp 10.678/SG$, merosot 0,28% di pasar spot.

Dolar Singapura masih berada di dekat level termahal tahun ini Rp 10.724/SG$ yang dicapai pada Rabu (22/6/2022) lalu. Sebabnya, inflasi di Singapura yang terus menanjak membuat Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) diperkirakan akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya.


Sejauh ini, MAS sudah 3 kali mengetatkan kebijakannya, pada Oktober 2021, Januari dan April tahun ini.

Untuk diketahui, di Singapura, tidak ada suku bunga acuan, kebijakannya menggunakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate), yang terdiri dari kemiringan (slope), lebar (width) dan titik tengah (centre).

Kebijakan moneter, apakah itu longgar atau ketat, dilakukan dengan cara menetapkan kisaran nilai dan nilai tengah dolar Singapura terhadap mata uang negara mitra dagang utama. Kisaran maupun nilai tengah itu tidak diumbar kepada publik.

MAS menaikkan slope pada Oktober 2021 dan Januari lalu, dan pada April kembali dinaikkan plus centre.

Slope berfungsi membuat penguatan/penurunan dolar Singapura lebih cepat/lambat. Ketika slope dinaikkan, maka dolar Singapura bisa menguat lebih cepat, begitu juga sebaliknya.

Kenaikan slope tersebut membuat volatilitas harian dolar Singapura menjadi meningkat.

Meski MAS sudah 3 kali mengetatkan kebijakan, nyatanya inflasi di Singapura masih terus menanjak.

Data dari Biro Statistik Singapura yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) tumbuh 5,6% year-on-year (yoy), dari bulan sebelumnya 5,4% (yoy). Inflasi tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir, tepatnya sejak November 2011.

Inflasi inti juga semakin menanjak menjadi 3,6% (yoy) dibandingkan April 3,3% (yoy).

Inflasi yang tinggi membuat MAS diperkirakan akan kembali mengetatkan kebijakannya. Tetapi di sisi lain, perekonomian akan mengalami pelambatan yang membuat dolar Singapura berfluktuasi dekat Rp 10.700/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gegara Ini Rupiah Sulit Tumbangkan Dolar Singapura


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading