Kapan Resesi Amerika Bakal Terjadi? Ini Prediksi Elon Musk

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
26 June 2022 11:15
FILE PHOTO: Elon Musk arrives at the In America: An Anthology of Fashion themed Met Gala at the Metropolitan Museum of Art in New York City, New York, U.S., May 2, 2022. REUTERS/Andrew Kelly//File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Elon Musk memperingatkan risiko terjadinya resesi pada ekonomi di Amerika Serikat (AS). Dia menyebutkan perekonomian negeri Paman Sam memiliki kemungkinan kembali menghadapi resesi.

Tesla, perusahaan Musk sendiri akan melakukan pemangkasan karyawan hingga 10% demi mencegah hal tersebut berdampak kepada perusahaan. Tetapi jumlah karyawan yang digaji per jam akan meningkat.


Musk juga menyatakan karyawan harus menghabiskan minimal 40 jam per minggu di kantor atau 'cabut dari Tesla'. Menurutnya jumlah itu jauh lebih sedikit dari permintaan pada pekerjaan pabrik.

"Semakin tinggi jabatan Anda, semakin terlihat keberadaan Anda. Tentu saja ada perusahaan yang tidak memerlukannya, namun kapan terakhir kali mereka mengirimkan produk baru yang hebat? Sudah lama," jelas Elon Musk melalui surat elektronik, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (26/5/2022).

Sementara melalui akun Twitternya, dia tidak menyangkal keaslian email itu. Bahkan menyatakan mereka yang tidak setuju 'harus berpura-pura bekerja di tempat lain'.

Padahal sebelum peringatan Musk, Tesla memiliki sekitar 5.000 lowongan pekerjaan di LinkedIn dari sales di Tokyo dan teknisi di GigaFactory Berlin yang baru hingga ilmuwan di Palo Alto. Selain itu, perekrutan karyawan online untuk wilayah Shanghai juga telah dijadwalkan pada 9 Juni di saluran WeChat-nya.

Dalam laporan ke bursa saham AS, pada 2021 total karyawan Tesla mencapai 99.920 karyawan.

Bila firasat ini terealisasi, akan ada 9.992 karyawan Tesla akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, pembukaan lowongan baru karyawan Tesla juga jelas akan dibatalkan.

Meski ada ketakutan dari Musk, data permintaan untuk mobil Tesla dan kendaraan listrik (EV) lainnya tetap kuat di pasaran.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada yang Mau? Elon Musk Bagi-bagi Saham Tesla Rp 81 T


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading