Naik Hampir 20% Sepekan, Harga Batu Bara Dekati US$ 400/Ton

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
22 June 2022 07:30
Tambang batu bara PT Adaro Indonesia Foto: Adaro Energy

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali meroket. Pada perdagangan Selasa (21/6/2022), harga batu kontrak Juli di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 395,5 per ton. Melesat 3,47%

Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 31 Mei 2022 atau sepanjang bulan ini. Kenaikan tersebut juga kembali mendekatkan harga batu bara ke level psikologis US$ 400 per ton.

Dalam sepekan, harga batu bara menguat 19,6% secara point to point. Dalam sebulan harga batu bara masih anjlok 6,1% tetapi dalam setahun harganya melesat 216,2%.



Melambungnya harga batu bara didorong oleh meningkatnya permintaan. Permintaan diyakini akan melonjak setelah negara-negara Eropa memutuskan untuk menggunakan kembali batu bara sebagai sumber pembangkit listrik mereka.

Keputusan tersebut diambil setelah Rusia memangkas pasokan gas alam cair ke banyak negara Eropa. Jerman, Inggris, Austria, Belanda sudah mengumumkan akan menggunakan batu bara lagi. Menyusul negara tersebut, Polandia dan Bulgaria juga akan kembali menggunakan batu bara pada pembangkit mereka untuk memastikan pasokan energi.

Negara-negara Eropa sebenarnya memiliki pilihan lain untuk menggantikan gas sebagai sumber energi pada pembangkit listrik mereka, seperti nuklir.Namun, Kepala Komite Perubahan Iklim di parlemen Jerman Lisa Badum mengatakan Jerman lebih memilih kembali ke batu bara daripada nuklir karena pembangkit listrik nuklir mereka sudah akan dimatikan dan tidak bisa dihidupkan lagi secara mudah dan konstan.

Jerman berencana mempensiunkan pembangkit listrik nuklir mereka pada akhir tahun ini. Berlin juga telah menutup pertambangan batu bara terakhir mereka pada 2018. Sejak itu, Jerman menggantikan pasokan batu bara mereka ke Rusia.

Negeri Panser kini mencari negara pemasok batu bara lain seperti Indonesia karena Uni Eropa akan melarang impor batu bara dari Rusia pada 10 Agustus mendatang.

Sementara itu, Belanda akan menghilangkan batasan kapasitas pembangkit listrik batu bara. Dengan aturan baru, pembangkit listrik batu bara Belanda akan beroperasi 100% hingga 2024 dari sebelumnya 35%.

Besarnya permintaan batu bara bisa menjadi persoalan karena pasokan komoditas tersebut di pasar global makin menipis. Terlebih, sejumlah negara produsen utama tidak bisa meningkatkan kapasitas dengan cepat karena persoalan cuaca dan lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengatakan produksi batu bara Indonesia, termasuk Bumi, masih terkendala cuaca sehingga belum maksimal. Pada periode Januari-Maret tahun ini, produksi batu bara Bumi mencapai 16,3 ton, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 19,3 juta ton.

Musim hujan di Indonesia berlangsung lebih lama tahun ini sebagai dampak dari La Nina. Hujan deras bahkan terjadi setiap hari di sebagian wilayah pada Juni, di mana Indonesia biasanya sudah memulai musim kemarau.

Indonesia merupakan eksportir terbesar batu bara thermal di dunia. Hujan deras bisa mengganggu proses penambangan di kantong-kantong utama penghasil batu bara seperti Kalimantan. Padahal, perusahaan batu bara Indonesia tengah menikmati derasnya permintaan dari sejumlah negara.

"Pasokan batu bara thermal kemungkinan masih ketat dalam jangka pendek karena tidak ada ekspansi kapasitas produksi di beberapa wilayah. Di sisi lain, permintaan dari konsumen terutama India meningkat," tutur Deepak Kannan, head of global coal pricing di S&P Global Commodity Insights, seperti dikutip dari The Week Magazine.

Produksi batu bata China pada Januari- Mei 2022 memang meningkat dan mencapai 1,81 miliar. Produksi tersebut naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor batu bara Beijing turun 13,6% menjadi 96 juta ton pada lima bulan pada tahun ini.

Namun, penggunaan batu bara di China kemungkinan meningkat karena pembangkit listrik mulai menambah pasokan menjelang musim dingin. Kondisi ini akan membuat harga batu bara naik dalam jangka pendek.

"Pasar bekerja sesuai mekanisme permintaan dan pasokan. Karena itulah, harga batu bara cenderung merangkak naik ke depan," imbuh Kannan.

Namun, sebagian trader menilai sebaliknya. Menurut mereka harga batu bara kemungkinan sudah mendekati batas atasnya.

"Saya tidak bisa membayangkan orang rela membayar US$ 300-400 per ton untuk batu bara dan masih bisa mendapatkan keuntungan. Harga batu bara mendekati level tertingginya," kata kepala trader batu bara asal Polandia pada Montel News.

Pernyataan tersebut diamini trader lain dari Jerman. Harga batu bara yang sekarang kemungkinan tidak akan bertahan lama.

"Orang akan mencari tahu apa yang terjadi karena harga sudah terlalu tinggi. Pasokan gas terus berkurang sehingga pasokan batu bara dibutuhkan lebih besar sekarang ini," tuturnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Terbang 6% Lebih!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading