Jeda Siang, Saham BBNI Jadi Favorit Asing!

Market - Putra, CNBC Indonesia
21 June 2022 13:04
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi oleh asing pada perdagangan sesi I, Selasa (21/6/2022).

Di saat asing melepas berbagai saham Tanah Air, saham BBNI dibeli bersih oleh asing senilai Rp 55,6 miliar di pasar reguler.

Saham BBNI bergerak di kisaran Rp 8.175/unit sebagai harga pembukaan sekaligus harga terendah intraday.


Sementara itu harga tertinggi pada perdagangan intraday berada di Rp 8.425/unit. Namun hingga istirahat siang, harga saham BBNI naik 3,38% ke Rp 8.400 dengan nilai market cap sebesar Rp 156,65 triliun.

Saham BBNI sudah ditransaksikan sebanyak 3.918x dengan nilai transaksi mencapai Rp 119,3 miliar dan menjadi saham dengan return tertinggi di kelompok 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di RI.

Kendati menguat cukup signifikan hari ini, tetapi harga saham BBNI masih mencatatkan koreksi sebesar 4,27% dalam sebulan terakhir.

Koreksi yang terjadi sebenarnya merupakan koreksi sehat karena sebelumnya sudah sempat menjalani pola uptrend cukup panjang.

Pola kenaikan harga saham BBNI mulai terjadi pada akhir bulan September tahun lalu dan sempat menyentuh level tertinggi intraday-nya di Rp 9.900 dalam kurun waktu 1 tahun terakhir pada 25 April 2022.

Namun masuk bulan Mei, gonjang-ganjing di pasar keuangan global terkait inflasi dan kebijakan moneter telah membuat harga saham rontok termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sebagai salah satu saham big cap yang bobotnya terhadap indeks termasuk besar maka wajar jika kenaikan atau penurunan harga saham BBNI juga berdampak pada indeks. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BNI Resmi Gandeng Sea Limited, Siap Lepas Saham Bank Mayora


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading