Sempat Chaos & Panik, Begini Cerita Lengkap Kejatuhan Kripto

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
20 June 2022 16:20
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada pekan lalu bisa dikatakan sebagai pekan yang buruk bagi industri kripto, di mana sebagian besar kripto mengalami koreksi parah hingga menyentuh level terendahnya lebih dari setahun terakhir bahkan sejak akhir tahun 2017.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin sempat menyentuh posisi terendah sejak akhir tahun 2017, yakni di kisaran US$ 17.000 pada Minggu (19/6/2022) pagi sekitar pukul 04:00 WIB. Sepanjang pekan lalu, Bitcoin ambruk hingga sekitar 34%.

Adapun dari harga tertinggi sepanjang masanya yang tercipta pada November 2021 di harga US$ 67.566,83 per koin hingga perdagangan Minggu pagi, harganya ambruk hingga 73,74%.


Sedangkan dari kapitalisasi pasarnya, Bitcoin per Minggu kemarin ambruk menjadi sekitar US$ 338 miliar. Padahal sekitar setahun yang lalu, kapitalisasi pasar Bitcoin mencetak rekor tertingginya sekitar US$ 1,27 triliun.

Pada Senin siang hari ini, harga Bitcoin sudah mulai menguat ke kisaran US$ 20.000. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai US$ 382 miliar.

BitcoinSumber: CoinMarketCap
Bitcoin (BTC)

Tak hanya Bitcoin, Ethereum, koin digital (token) terbesar kedua sekaligus menjadi token alternatif (alternate coin/altcoin) terbesar juga menyentuh zona terendahnya kemarin. Zona terendah Ethereum pun mencapai kisaran US$ 890 per keping, terendah sejak awal tahun 2018.

Sepanjang pekan lalu, Ethereum anjlok hingga sekitaran 34%. Sedangkan dari harga tertingginya yang juga terbentuk pada November tahun lalu di kisaran US$ 4.800, hingga perdagangan kemarin harganya sudah anjlok hingga 81,39%.

Dari kapitalisasi pasarnya, hingga perdagangan Minggu kemarin mencapai US$ 108,81 miliar. Sedangkan setahun yang lalu, kapitalisasi pasar Ethereum sempat mencapai US$ 569,09 miliar.

Pada siang hari ini, harga Ethereum sudah menyentuh kembali kisaran US$ 1.080.

Ethereum (ETH)Sumber: CoinMarketCap
Ethereum (ETH)

Tak hanya dua kripto utama saja yang terkoreksi parah dan menyentuh zona terendahnya dalam lebih dari setahun terakhir, token stablecoin yang dikenal banyak orang sebagai kripto paling stabil juga terpengaruh.

Di stablecoin Tether (USDT), harganya sempat menyentuh US$ 0,9959 per keping, terendah sejak setahun terakhir. Kapitalisasi pasarnya pun terus mengalami penurunan, di mana per hari ini mencapai US$ 67,84 miliar.

Namun di stablecoin USD Coin (USDC), harganya pada pekan lalu cenderung lebih stabil di pasaknya yakni US$ 1, hanya terkoreksi tipis ke harga US$ 0,9996. Berbeda dengan USDT, kapitalisasi pasar USDC justru terus menguat, di mana per hari ini mencapai US$ 55,84 miliar.

Pekan yang menakutkan di pasar kripto sebagian disebabkan oleh tekanan dari ekonomi makro, termasuk inflasi yang meningkat dan serangkaian kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Adapun untuk kronologi dimulai ambruknya pasar kripto pada Senin awal pekan lalu hingga Minggu kemarin.

Senin

Pada awal pekan lalu, Bitcoin anjlok hingga 17% dalam sehari dan konon pada hari itu, crypto winter atau 'musim dingin' kripto dimulai.

Dalam kekacauan itu, Celsius Network, sebuah firma pemberi pinjaman kripto besar, mengejutkan pasar ketika mengumumkan bahwa semua penarikan, pertukaran, dan transfer antar akun telah dihentikan sementara karena 'kondisi pasar yang ekstrem'.

Dalam sebuah memo yang ditujukan kepada komunitas Celsius, platform tersebut juga mengatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk "menstabilkan likuiditas dan operasi".

Celsius secara efektif mengunci aset kripto senilai US$ 12 miliar yang mereka kelola, meningkatkan kekhawatiran tentang solvabilitas platform.

Berita itu menyebar ke seluruh industri kripto, mengingatkan pasar tentang yang terjadi pada bulan Mei, ketika proyek stablecoin yang dipatok dolar AS yakni TerraUSD (USDT), kehilangan nilai US$ 60 miliar dan menyeret industri kripto yang lebih luas ke bawah bersamanya.

Selasa

Terjatuh di Senin, harga Bitcoin dan Ether stabil pada Selasa. Bitcoin bertengger di US$ 22.000 dan Ether US$ 1.100. Investor menilai kejatuhan Celsius dan beberapa perusahaan kripto melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menjaga arus kas mereka.

Bursa kripto terbesar ketiga di dunia yakni Coinbase mengumumkan telah memberhentikan hampir seperlima dari tenaga kerjanya karena volatilitas kripto. Perusahaan sebelumnya telah memotong pengeluaran dan bahkan membatalkan tawaran pekerjaan dengan harapan menstabilkan bisnisnya.

"Kami memiliki laporan inflasi baru-baru ini yang menurut saya mengejutkan banyak orang," jelas Presiden dan Chief Operating Officer Emilie Choi, Minggu (19/6/2022) kemarin.

Perusahaan kripto di seluruh papan mencari cara untuk memotong biaya, karena investor ingin keluar dari aset paling berisiko dan menurunkan volume perdagangan.

Bursa kripto yang bermarkas di Singapura yakni Crypto.com pada pekan lalu juga mengumumkan pengurangan staf sebanyak 260 orang, seperti yang dilakukan bursa kripto Gemini, yang mengatakan akan memberhentikan 10% dari tenaga kerjanya.

Bitcoin & Ethereum Sentuh Leve Terendahnya Sejak 2017-2018
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading