Yang Lain Turun, Tapi Kok Kapitalisasi Pasar USDC Malah Naik?

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
20 June 2022 14:15
Infografis: Top 5 Crypto Sepekan (21 Mei 2022)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dikala masih tingginya volatilitas pasar kripto termasuk kripto berjenis stablecoin, koin digital (token) stablecoin USD Coin justru bergerak lebih stabil dalam beberapa hari terakhir hingga Senin (20/6/2022).

Per Senin hari ini pukul 11:00 WIB, harga token dengan kode USDC ini memang tidak jauh berbeda dengan stablecoin utama lainnya seperti Tether (USDT) dan Binance USD (BUSD) yang masih cenderung stabil di US$ 1.

Tetapi dalam beberapa hari terakhir, token USDC masih lebih stabil ketimbang USDT dan BUSD. Dalam sepekan terakhir saja, token USDC zona terendahnya di US$ 0,9996 per keping yang terjadi pada Selasa pekan lalu. Sedangkan untuk USDT, harga terendahnya dalam sepekan terakhir yakni di US$ 0,9975 per keping dan BUSD di US$ 0,9985 per keping.


USD Coin (USDC)Sumber: CoinMarketCap
USD Coin (USDC)

Bahkan dari kapitalisasi pasarnya, USDC masih mencatatkan kenaikan. Padahal saat ini, investor masih cenderung menghindari pasar kripto termasuk stablecoin karena risikonya masih cukup besar.

Per hari ini, kapitalisasi pasar USDC mencapai US$ 55,91 miliar, dari sebelumnya pada awal pekan lalu sebesar US$ 54,03 miliar, naik 3,48%. Sedangkan dari awal tahun hingga hari ini, kapitalisasi pasar USDC sudah melonjak 32,61%.

Berbeda dengan USDT dan BUSD yang kapitalisasi pasarnya cenderung menurun dalam sepekan terakhir hingga sepanjang tahun ini. Dalam sepekan terakhir, kapitalisasi pasar USDT turun 6,05%, sedangkan di BUSD turun 3,16%. Adapun sepanjang tahun ini, kapitalisasi pasar USDT ambles 13,4%, sedangkan BUSD naik 17,35%, masih lebih rendah dari USDC

Kapitalisasi Pasar USDC (YTD)Sumber: CoinMarketCap
Kapitalisasi Pasar USDC (YTD)

Masih stabilnya harga dan naiknya kapitalisasi pasar USDC disebabkan karena token stablecoin besutan Circle tersebut memiliki aset cadangan tak hanya dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga ada obligasi pemerintah AS atau US Treasury berjangka pendek yang menjadi aset cadangannya.

Dengan Treasury AS berjangka pendek sebagai salah satu aset cadangannya, maka stablecoin USDC jadi lebih menarik karena relatif lebih aman dibandingkan dengan stablecoin lainnya termasuk USDT.

USDC adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1, seperti stablecoin pada umumnya. Setiap unit cryptocurrency ini yang beredar didukung oleh US$ 1 yang disimpan sebagai cadangan, dalam bentuk campuran uang tunai dan obligasi Treasury AS jangka pendek.

Konsorsium Centre, yang berada di balik aset ini, mengatakan USDC diterbitkan oleh lembaga keuangan yang diatur.

USDC pada awalnya diluncurkan secara terbatas pada September 2018. Sederhananya, mantra USD Coin adalah 'uang digital untuk era digital' dan stablecoin-nya dirancang untuk dunia di mana transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih umum.

Konsorsium Centre memiliki dua anggota pendiri, di mana salah satunya adalah perusahaan layanan pembayaran peer-to-peer (P2P) Circle, sedangkan yang satu lagi adalah bursa cryptocurrency Coinbase. Perusahaan kripto lainnya terbuka untuk bergabung dengan konsorsium ini.

Pada tahun 2020, Circle dan Coinbase secara kolektif mengumumkan peningkatan besar pada protokol dan smart contract USDC. Tujuan dari peningkatan ini adalah untuk mempermudah penggunaan USD Coin untuk pembayaran sehari-hari, perdagangan, dan transaksi P2P.

Dalam beberapa hari terakhir hingga sepekan terakhir, volatilitas di aset kripto masih cenderung besar. Bahkan, volatilitas membuat beberapa kripto stablecoin masih cenderung sulit untuk mempertahankan pasaknya mendekati US$ 1.

"Kapitalisasi pasar stablecoin berjalan seiring dengan sentimen dan likuiditas di pasar kripto serta sedikit mengkhawatirkan bahwa Tether tampaknya akan melihat putaran likuidasi lainnya," tulis manajer aset digital kripto IDEG dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Pasar aset digital sedang menghadapi badai yang cukup besar, di mana aset digital kembali terguncang setelah perusahaan pemberi pinjaman kripto yakni Celsius Network membekukan penarikan dan transfer antar akun investor setelah jatuhnya stablecoin algoritmik TerraUSD (UST) pada awal bulan lalu.

Selain itu, agresifnya bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam menaikan suku bunga acuannya membuat aset berisiko seperti cryptocurrency menjadi kurang menarik.

Stablecoin merupakan koin digital (token) kripto yang umumnya dipatok dengan mata uang fiat seperti dolar AS. Stablecoin juga dapat digunakan untuk memindahkan dana dari kripto atau menjadi uang tunai karena volatilitasnya yang lebih rendah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Crypto Crash! Bitcoin Cs Babak Belur, Ada Apa Ini?


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading