Gegara Ini, Bill Gates Sebut Investor NFT Orang Paling Bodoh

Market - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
19 June 2022 15:00
Bill Gates discusses his book

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, tetap tidak tertarik dengan cryptocurrency (kripto) dan aset digital non-fungible token (NFT), meskipun kedua investasi berbasis internet ini banyak menyedot perhatian masyarakat terutama generasi muda.

Dalam acara "Tech Crunch Sessions: Climate 2022", Gates menyindir NFT Bored Ape Yacht Club dengan mengatakan "Jelas sekali, gambar digital monyet yang mahal akan sangat memajukan dunia. Itu sangat luar biasa," cibir Bill Gates, seperti dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (16/6/2022).

NFT Bored Ape Yacht Club adalah sebuah ruang virtual yang diperuntukkan bagi anggota berkapasitas maksimal 10 ribu yang memberikan akses ke sejumlah hal eksklusif bagi para anggotanya. Salah satu NFT Bored Ape yang pernah terjual mencapai US$24,4 juta pada September 2021. Sederet artis juga memiliki NFT ini, mulai dari Justin Bieber, Eminem, hingga Snoop Dogg.


Namun, Gates kemudian mengklarifikasi ucapannya dengan mengatakan bahwa ia lebih memilih investasi di aset yang lebih 'terlihat'.

"Saya terbiasa dengan aset seperti pertanian di mana mereka memiliki output atau perusahaan tempat mereka membuat produk."

Bill Gates juga berbicara tentang cryptocurrurency & NFT. Menurutnya, aset itu adalah, "kelas aset yang 100% didasarkan pada semacam The Greater Fool Theory (teori bodoh terbesar) bahwa seseorang akan membayar lebih untuk itu daripada saya."

The Greater Fool Theory menjelaskan bahwa akan selalu ada orang yang lebih bodoh di pasar dan mereka siap membayar berdasarkan penilaian yang lebih tinggi untuk aset yang sudah dinilai terlalu tinggi. Namun, pada akhirnya, ketika tidak ada lagi yang bersedia membayar lebih tinggi, harga aset akan menurun tajam, membuat investor menjadi rugi besar di investasi yang tidak lagi berharga.

Bill Gates menambahkan dirinya tidak berinvestasi pada aset yang memiliki semacam anonimitas, yang memungkinkan pemiliknya menghindari pajak atau segala jenis aturan pemerintah.

Miliarder itu juga mengklaim bahwa upaya perbankan digital yang dia dukung melalui yayasan filantropisnya "ratusan kali lebih efisien" daripada cryptocurrency.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harta Melimpah, Raffi Ahmad Ogah Investasi Instrumen Ini


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading