Sempat ke US$ 20.000, Bitcoin Coba Bangkit ke US$ 22.000

Market - chd, CNBC Indonesia
16 June 2022 10:01
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto utama kembali bangkit dari zona koreksinya pada perdagangan Kamis (16/6/2022), meski bank sentral Amerika Serikat (AS) menaikan suku bunga acuannya lebih tinggi dari yang diharapkan oleh pelaku pasar.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB hari ini, Bitcoin dan Ethereum merangkak naik. Bitcoin menguat 2,09% ke posisi harga US$ 22.428,32/koin atau setara dengan Rp 329.696.304/koin (asumsi kurs Rp 14.700/US$). Sedangkan Ethereum melaju 1,02% ke harga US$ 1.219,57/koin atau Rp 17.927.679/koin.

Sedangkan beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti Solana meroket 16,79% ke US$ 34,44/koin (Rp 506.268/koin), Cardano terbang 9,63% ke US$ 0,5254/koin (Rp 7.723/koin), dan Polkadot melejit 9,35% ke US$ 8,3/koin (Rp 122.010/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali bangkit ke kisaran US$ 22.000, setelah pada perdagangan Rabu kemarin sempat kembali terkoreksi ke kisaran US$ 21.000 bahkan hingga ke level US$ 20.000.

Sedangkan kripto terbesar kedua yakni Ethereum pada hari ini diperdagangkan di kisaran US$ 1.200, setelah sempat terkoreksi ke kisaran US$ 1.100 bahkan sempat menyentuh kisaran US$ 1.000.

Dalam sepekan terakhir, keduanya ambruk cukup parah, bahkan lebih parah dari token altcoin lainnya, di mana Bitcoin ambruk hingga 25% lebih, sedangkan Ethereum anjlok hingga 31,9%.

Investor di pasar keuangan global cenderung optimis meski bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikan suku bunga acuannya lebih tinggi dari yang diharapkan oleh pelaku pasar.

Pada Rabu siang waktu AS atau dini hari tadi waktu Indonesia, The Fed menaikan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bp) menjadi 1,75%.

Kenaikan ini lebih tinggi dari konsensus yang memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,5%. Kenaikan suku bunga The Fed yang sebesar 75 bp dalam sekali rapat kali terakhir terjadi pada 1994.

The Fed di bulan depan juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesara 50-75 basis poin, dan di akhir tahun akan berada di kisaran 3,25-3,5%.

Di lain sisi, The Fed juga memangkas proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada tahun ini ke 1,7% dari 2,8% prediksinya di Maret lalu. Sementara itu, proyeksi inflasi naik ke 5,2% tahun ini dari 4,3%, tapi The Fed memprediksikan inflasi akan melandai di 2023.

Langkah the Fed untuk menaikkan suku bunganya lebih cepat membuat pasar menjadi yakin bahwa The Fed sungguh-sungguh berkomitmen untuk menjinakkan inflasi dan sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga keputusan The Fed untuk agresif menaikkan suku bunga demi meredam inflasi disambut baik pelaku pasar.

Hal ini juga dapat dilihat dari Indeks ketakutan (VIX) yang mengalami penurunan drastis sebesar 3 poin ke 29,6. Penurunan indeks ketakutan tersebut menunjukkan sentimen pelaku pasar yang semakin membaik.

Kenaikan suku bunga akan menurunkan jumlah uang beredar. Ini akan mengerem laju inflasi, karena pada dasarnya inflasi adalah penurunan nilai uang terhadap barang dan jasa. Saat jumlah uang beredar turun, diharapkan nilainya kembali naik.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga akan menurunkan permintaan karena biaya ekspansi ekonomi menjadi lebih mahal. Saat permintaan turun, maka tekanan kenaikan harga akan berkurang.

Meski sejatinya pasar cenderung optimis, tetapi di pasar kripto, pasar masih cenderung khawatir bahwa bubble di pasar kripto dinilai sudah pecah dan kini aset kripto cenderung sulit untuk bangkit.

Mereka juga masih khawatir dengan adanya krisis likuiditas yang terjadi di perusahaan peminjaman kripto yakni Celsius Network, di mana krisis likuiditas ini membuat pasar kripto mengalami crash yang kedua kalinya dalam periode semester I.

Celsius mulai memblokir penggunanya untuk mengakses dana mereka, termasuk untuk melakukan penarikan dana. Hal ini memicu spekulasi di kalangan investor bahwa perusahaan tersebut akan segera bangkrut.

Investor khawatir adanya kemungkinan bahwa krisis likuiditas Celsius dapat menyebabkan lebih banyak kerugian di pasar kripto. Bahkan, krisis ini berpotensi merobohkan pemain utama lainnya.

"Jika Celsius runtuh, kaskade cair dapat terjadi di mana para whales (investor besar) yang telah memanfaatkan taruhan pada Bitcoin dan Ethereum menjadi dilikuidasi," kata Marcus Sotiriou, analis di broker aset digital GlobalBlock yang berbasis di Inggris, dikutip dari CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dibayangi Sikap Hawkish The Fed, Aset Kripto Lesu


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading