Agresif! Bank Neo Rights Issue dan Bakal Punya Investor Baru

Market - vap, CNBC Indonesia
15 June 2022 17:48
Bank Neo Commerce

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berencana menambah modal dengan dua skema sekaligus, yakni dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, serta tanpa HMETD. 

Untuk rights issue, Bank Neo bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru. Perseroan berencana meminta restu pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa pada 21 Juli 2022. 

"Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI, setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMHMETD VI akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha Perseroan," tulis prospektus, dikutip Rabu (15/6/2022). 


Perseroan akan mendapatkan tambahan modal disetor yang akan digunakan untuk modal kerja sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha dan akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.

Sedangkan untuk yang tanpa HMETD, Perseroan berencana untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak- banyaknya 942.168.184 lembar saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor.

PMTHMETD ini dapat dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak disetujui oleh RUPSLB Perseroan pada hari Kamis, tanggal 21 Juli 2022.

Dana yang diperoleh dari PMTHMETD setelah dikurangi biaya-biaya, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.

"Sehubungan dengan PMTHMETD ini, Saham Baru Perseroan akan dikeluarkan kepada satu atau beberapa investor yang bermaksud memiliki Saham Baru Perseroan, yang pada tanggal diterbitkannya Keterbukaan Informasi ini belum ditentukan pihak-pihaknya sehingga belum dapat diungkapkan pada Keterbukaan Informasi ini," tulis prospektus. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bank Neo Luncurkan Smart Branch di PIK, Apa Kelebihannya?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading