Selain Bensin, Ini Biang Kerok Inflasi yang Menggila di AS

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
15 June 2022 18:50
Pesawat penumpang Delta Air Lines terlihat diparkir di Bandara Internasional Birmingham-Shuttlesworth di Birmingham, Alabama, AS (25/3/2020)). )REUTERS /Elijah Nouvelage) Foto: Pesawat penumpang Delta Air Lines terlihat diparkir di Bandara Internasional Birmingham-Shuttlesworth di Birmingham, Alabama, AS (25/3/2020)). )REUTERS /Elijah Nouvelage)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Mei 2022 melejit ke angka 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Jumat (10/6) pekan lalu, inflasi Mei itu juga mematahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada Maret 2022 sebesar 8,5% dan menjadi yang tertinggi sejak Desember 1981. Adapun, inflasi pada April 2022 sempat turun tipis ke angka 8,3%.

Secara umum energi menjadi kontributor utama kenaikan tajam inflasi AS, disusul oleh makanan. Tanpa memperhitungkan dua komponen tersebut secara tahunan Inflasi AS (CPI) angkanya turun menjadi 6,0%.


Dalam setahun secara agregat biaya energi di AS meningkat 34,6% dengan kontributor terbesar yakni BBM (fuel oil) yang naik 106,7% diikuti oleh bensin dan biaya utilitas gas.

Sedangkan secara tahunan kenaikan makanan relatif kecil, tetapi masih di atas tingkat inflasi yakni 10,1% dengan daging, ikan dan telur menjadi salah satu komponen yang mengalami kenaikan tertinggi.

Adapun di luar energi dan makanan, tarif penerbangan, biaya kendaraan dan keperluan rumah menjadi kontributor utama.

Adapun secara bulanan (mtm), inflasi AS tercatat sebesar 1,0% atau 0.6% tanpa memperhitungkan komponen energi serta makanan.

Kenaikan secara bulanan masih didominasi oleh kelompok yang sama dengan komponen energi naik signifikan. Selain itu harga makanan yang secara tahunan naik relatif kecil, kali ini meningkat tajam secara bulanan dengan produk susu dan olahannya melonjak nyaris 3%, sedangkan minuman ringan non-alkohol juga naik signifikan.

Di luar dua komponen utama tersebut, tarif penerbangan dan harga kendaraan bekas juga ikut menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi yang tinggi di AS dibandingkan bulan April yang tingkat inflasi tercatat sempat turun tipis.

Liburan Kian Mahal

Permintaan yang kuat setelah dua tahun pandemi dan faktor-faktor lain mendorong harga tiket pesawat dan hotel yang belakangan sudah naik tajam, kini mencapai rekor tertinggi.

Harga tiket pesawat di bulan Mei naik hampir 13% dari bulan sebelumnya dan hampir 38% dari Mei 2021. Harga hotel hanya naik sedikit dari April ke Mei, tetapi naik 22% dari tahun sebelumnya.

Permintaan penerbangan yang sangat tinggi tahun ini terjadi karena pembatasan masa pandemi telah dihilangkan atau dilonggarkan di sebagian besar negara dunia. Banyak orang juga ingin mengalihkan pengeluarannya dari barang ke jasa setelah tidak banyak bepergian dalam dua tahun terakhir.

Tingginya tarif penerbangan juga ikut didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar jet. Maskapai juga berhati-hati untuk menambahkan terlalu banyak penerbangan musim panas ini karena takut bahwa jadwal yang padat akan menyulitkan perusahaan apabila jika secara tiba-tiba terdapat gangguan yang perlu diatasi.

Layaknya migrasi temporer warga Jakarta ke Bogor atau Bandung di akhir pekan, weekend gateaway juga sangat populer di AS, khususnya selama musim panas.

Agen perjalanan Hopper mengungkapkan bahwa di Amerika Serikat, Atlanta, Denver, Las Vegas, Los Angeles, Miami dan San Juan, PR, adalah tujuan akhir pekan yang populer. Tujuan internasional populer termasuk Cancun, Meksiko; Kota Meksiko; Vancouver, British Columbia; dan Toronto.

Pasar Kendaraan Semakin Ketat

Bagi warga AS, membeli mobil selama setahun terakhir terasa sangat berbeda, karena hara yang meningkat tajam baik itu mobil baru maupun mobil bekas.

Kekurangan semikonduktor untuk kendaraan sejak tahun lalu dan masalah rantai pasokan yang terus-menerus telah sangat membatasi jumlah mobil baru yang tersedia. Dan bahkan dengan harga bensin yang kian mahal, permintaan akan mobil jauh lebih besar daripada pasokannya, membuat harga melonjak.

Harga kendaraan baru naik 12,6% secara tahunan. Lebih parah lagi harga mobil bekas yang naik 16,10% pada periode yang sama.

Permintaan akan kendaraan bekas ikut naik tajam karena mereka yang tidak memperoleh mobil baru, yang permintaannya juga tinggi, beralih untuk memiliki kendaraan bekas, sehingga pasarnya semakin ketat dan membuat harga naik drastis.

Ini merupakan situasi unik di AS, yang terkenal dengan tawaran menggiurkan akan kepemilikan mobil bekas sekarang sudah tidak semenarik dulu.

Harga Sewa Melambung

Biaya sewa apartemen atau rumah ikut naik dengan cepat, menjaga inflasi tetap tinggi dan membuat rumah tangga dengan anggaran terbatas si AS pusing tujuh keliling.

Harga menyewa tempat tinggal utama naik 5,2% secara tahunan atau meningkat 0,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menyamai laju cepatnya di bulan April. Ukuran yang menggunakan sewa untuk memperkirakan nilai konsumsi untuk dapat memiliki rumah juga meningkat dengan cepat setiap bulannya.

Biaya perumahan merupakan bagian besar dari indeks inflasi secara keseluruhan, sehingga kenaikan yang kecil saja dapat memberikan dampak besar dan menjaga tekanan pada harga secara keseluruhan bahkan ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk mendinginkan inflasi. Bahkan, mungkin saja akan ada periode ketika biaya KPR yang lebih tinggi mencegah penyewa untuk pindah dan memiliki rumah, membuat pasar sewa tempat tinggal tak kunjung mendingin.

Inflasi dari sewa tempat tinggal ke depannya hampir tak terhindarkan. Pasar penyewaan tempat tingga; meningkat tajam sepanjang tahun 2021, dan tren tersebut perlahan-lahan meresap ke dalam data inflasi resmi, karena data inflasi tidak hanya mengukur sewa baru tetapi juga sewa sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi Produsen AS di Mei Melonjak Tembus 10,8% (yoy)


(fsd/fsd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading