Review Sepekan

Gara-gara Ini, Harga Minyak Mentah Dunia Naik 6% Pekan Ini

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
29 May 2022 15:00
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia menguat signifikan pada pekan ini di tengah upaya dari blok Uni Eropa untuk menerapkan sanksi berupa embargo minyak mentah asal Rusia.

Meski demikian, Uni Eropa (UE) masih berselisih dengan Hongaria atas rencana tersebut yang merupakan bentuk sanksi terhadap Rusia yang telah melakukan agresi militernya di Ukraina. Persetujuan Hongaria menjadi sakral karena sanksi tersebut hanya dapat dijatuhkan jika disetujui secara absolut oleh seluruh anggota Uni Eropa, termasuk Hongaria.

Rusia sendiri merupakan eksportir minyak mentah terbesar kedua di dunia, artinya jika sanksi ini akhirnya disetujui, maka dunia dan Eropa secara khusus akan menghadapi pasokan minyak mentah yang lebih ketat.


Sepanjang pekan ini, harga kontrak Brent tercatat menguat di setiap hari perdagangan dan secara kumulatif harganya naik 6,11% ke level US$ 119,43/barel minggu ini. Di saat yang sama, kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik 1,63% dalam sepekan ke US$ 110,86/barel dan sempat melemah di dua hari awal perdagangan sebelum rebound di sisa tiga hari terakhir.

Pekan ini, negara-negara Uni Eropa masih merundingkan kesepakatan mengenai sanksi minyak Rusia yang akan mengembargo pengiriman tetapi menunda sanksi atas minyak yang dikirim melalui pipa untuk memenangkan Hongaria dan negara-negara anggota yang terkurung daratan lainnya, kata para pejabat. Baca selengkapnya

Penolakan Hongaria terhadap sanksi minyak dan keengganan negara lain telah menghambat penerapan paket keenam sanksi oleh 27 anggota UE terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina.

Utusan pemerintah Uni Eropa dapat mencapai kesepakatan di Brussel pada Minggu tepat waktu bagi para pemimpin untuk mendukungnya pada pertemuan puncak 30-31 Mei mereka, kata para pejabat. Baca selengkapnya

Selain ancaman embargo dari Uni Eropa, lonjakan harga pekan ini merupakan imbas dari permintaan bahan bakar yang semakin kuat di seluruh dunia, dengan bensin dan minyak pemanas berjangka melampaui minyak mentah tahun ini.

Permintaan kuat ini, terutama akan bensin telah menyeret harga minyak mentah dunia naik. Selama musim panas yang akan segera berlangsung, permintaan akan bensin mengikat tajam karena warga AS memasuki musim mengemudi dan menghabiskan liburan melakukan road trip.

US Energy Information Administration memperkirakan konsumsi BBM di Negeri Paman Sam pada bulan ini diperkirakan bisa mencapai 9,12 juta barel/hari. Puncaknya akan terjadi pada Juli, bisa 9,31 juta barel/hari.

Kemudian penangkapan dua kapal tanker minyak Yunani oleh angkatan bersenjata Iran pada hari Jumat (27/5) di Teluk Persia juga turut membuat investor waspada akan kekurangan pasokan di akhir pekan.

Di tengah pasokan energi yang masih ketat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Kanselir Austria Karl Nehammer bahwa Moskow akan memenuhi komitmen pengiriman gas alamnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Gembira! Biang Kerok Kenaikan Pertamax Akhirnya Ambrol


(fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading