2 Pencatatan Obligasi dan 1 IPO Warnai Bursa Pekan Ini

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
28 May 2022 19:00
Suasana Bursa Efek Indonesia (BEI).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diwarnai oleh pencatatan 2 obligasi dari PT Adhi Commuter Properti Tbk dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. Selain itu juga ada pencatatan 1 saham yakni PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA).

Pada Rabu (25/5), Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 307.500.000.000, dicatatkan di BEI.

Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk obligasi ini adalah BBB (idn) (triple B). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk menjadi wali amanat dalam emisi ini.


Pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000.000.000,00.

Berdasarkan pemeringkatan PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi ini adalah AA(idn) (Double A). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk kembali ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

BEI mencatat sepanjang 2022, total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 50 emisi dari 38 emiten dengan nilai Rp 62,4 triliun. Sehingga keseluruhan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 504 emisi dan diterbitkan oleh 123 emiten. Nilai nominal outstanding sebesar Rp 459.72 triliun dan US$ 47,5 juta.

Sementara Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 152 seri dengan nilai nominal Rp 4.864,39 triliun dan US$ 205,99 juta. Kemudian Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 4,39 triliun.

Pada hari Jumat (27/5/2022) PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) mencatatkan sahamnya di bursa. ASHA tercatat di papan pengembangan dan jadi perusahaan ke-21 yang tercatat di BEI pada tahun 2022.

ASHA bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dan sub sektor Food & Beverage. Adapun Industri ASHA adalah Agricultural Products dengan sub industri Fish, Meat, & Poultry.

Pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses kembali ke level 7.000 setelah dua minggu lalu terlempar jauh dari zona psikologis tersebut. Dalam sepekan IHSG mampu menguat 1,56% dibandingkan pekan lalu. Kapitalisasi pasar saham Indonesia pun naik 1,17% menjadi Rp 9.258,09 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli senilai Rp 19,25 triliun. Sementara aksi jual tercatat Rp 17,63 triliun. Artinya, terjadi beli asing bersih (net buy) sepanjang pekan ini senilai Rp 1,61 triliun.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) rata-rata nilai transaksi harian IHSG tercatat Rp 15,38 triliun pekan ini, lebih rendah dari pekan lalu sebesar Rp 16,95 triliun. Sementara rata-rata volume transaksi harian sebesar 20,039 miliar saham, turun 11,4%. Kemudian, rata-rata frekuensi turun 0,86% menjadi 1.402.599 kali.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melesat di Awal Tahun, IHSG Bersiap Tembus All Time High?


(ras/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading