Dolar 'Meriang', Emas Melenggang

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 May 2022 14:48
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas terus merangkak naik. Pada perdagangan Jumat (27/5/2022) pukul 14:18 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.854,60 per troy ons. Menguat 0,25%.

Level harga tersebut adalah yang tertinggi 24 Mei 2022 atau tiga hari terakhir. Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 0,48% secara point to point.



 

Kenaikan harga emas dibantu melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan dollar AS akan membantu emas karena harga sang logam mulia menjadi murah bagi investor.

Merujuk pada Revinitif, Dollar Index ada di angka 101,613 pada siang hari ini. Level tersebut adalah yang terendah sejak 22 April 2022 atau lebih dalam sebulan terakhir.

FX Street.com mengatakan pelemahan harga emas juga didorong oleh kekhawatiran melemahnya perekonomian China serta resesi AS.

"Harga emas seharusnya bisa lebih tinggi jika tidak ada sinyal kebijakan The Fed yang agresif. Pergerakan inflasi di bulan-bulan mendatang akan sangat menentukan kinerja emas," tutur analis ANZ Bank, kepada FX Street.

Sinyal kebijakan The Fed yang agresif sempat membuat emas melemah pada Kamis (26/5/2022). Risalah dari pertemuan The Fed 3-4 Mei yang dirilis Rabu (25/51), menunjukkan bahwa bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga ke tingkat yang cukup tinggi untuk memerangi lonjakan inflasi.

The Fed mengisyaratkan akan mengerek suku bunga acuan masing-masing 50 bps pada Juni dan Juli tahun ini. Beberapa pejabat The Fed juga menginginkan suku bunga acuan dinaikkan di bulan September jika inflasi belum juga terkendali

"Butuh data ekonomi yang sangat kuat untuk meyakinkan The Fed tetap menahan suku bunga.  Karena itulah, investor emas masih enggan untuk membeli lebih besar lagi. Jika ada signal The Fed menahan sku bunga, emas akan naik lebih tinggi ," tutur Stephen Innes dari SPI Asset Management, seperti dikutip dari Reuters.

Wang Tao, analis dari Reuters, mengatakan emas tengah menguji kembali titik resistence nya di US$ 1.867 per troy ons. Jika melewati titik tersebut maka emas bisa bergerak di kisaran US$ 1.887-1.892 per troy ons.

Emas kini stabil di titik support US$ 1.845 per troy ons. Emas akan bergerak di gelombang (c), yang bisa membawanya bergerak di US$ 1.887 per troy ons. Namun, jika emas bergerak di bawah US$ 1.845 per troy ons maka emas bisa terus melemah dan ada di kisaran US$ 1.826-1.837 per troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aelah... Baru Juga Naik, Harga Emas Sudah Turun Lagi!


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading