Lanjut, Harga Emas Masih Kuat Nanjak!

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 May 2022 07:34
Emas batangan

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas tetap menguat di tengah kencangnya arah kenaikan suku bunga acuan The Fed. Pada perdagangan Jumat (27/5/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.851,61 per troy ons. Menguat 0,09%.

Penguatan emas hari ini memutus tren negatif yang berlangsung selama Rabu dan Kamis (25-26 Mei 2022). Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 0,32% secara point to point. Namun, dalam sebulan, harga emas melemah 1,8%.



Penguatan emas hari ini terbilang luar biasa karena terjadi di tengah menguatnya tanda-tanda kebijakan agresif The Fed. Risalah dari pertemuan The Fed 3-4 Mei yang dirilis Rabu (25/51), menunjukkan bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan menaikkan suku bunga ke tingkat yang cukup tinggi untuk memerangi lonjakan inflasi.

The Fed mengisyaratkan akan mengerek suku bunga acuan masing-masing 50 bps pada Juni dan Juli tahun ini. Beberapa pejabat The Fed juga menginginkan suku bunga acuan dinaikkan pada September jika inflasi belum juga terkendali. Presiden The Fed St. Louis James Bullard menyerukan agar The Fed menaikkan suku bunga menjadi sekitar 3,5% tahun ini dari 0,75-1% pada saat ini.

"Risalah The Fed tidak mengubah apapun. Pasar mulai menyadari bawah The Fed akan terus bersikap agresif untuk mengontrol inflasi. Pengetatan kebijakan bukan lagi imajinasi. Sangat jelas sekarang kalau suku bunga akan naik," tutur Bart Melek, dari TD Securities, seperti dikutip Reuters.

Sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed biasanya akan membuat dolar AS menguat dan yield surat utang pemerintah AS meningkat. Dolar AS yang menguat akan membuat harga emas makin mahal. Kenaikan yield membuat emas kehilangan daya tarik karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Menariknya, baik indeks dollar maupun yield surat tang pemerintah AS melemah pada hari ini. Dolar AS memang sempat menguat pada penutupan perdagangan Kamis (25/5) tetapi kembali melemah pada pagi hari ini.

Merujuk data Refinitiv pada Jumat pagi pukul 06:35 WIB, Dollar index melemah 0,3% ke level 101,758 atau yang terendah dalam sebulan terakhir. Sementara itu, yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melemah ke 2,74% pada pagi hari ini. Yield terus melemah sejak Selasa (24/5/2022). Pelemahan dollar AS dan yield surat utang pemerintah inilah yang kemudian membantu pergerakan emas.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dolar Berjaya, Emas Makin Tidak Berdaya


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading