Dolar Berjaya, Emas Makin Tidak Berdaya

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
10 May 2022 07:05
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas belum juga membaik. Pada perdagangan Selasa (10/5/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.853,81 per troy ons. Melemah tipis 0,01%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas sudah terkoreksi 1,44% secara point to point. Sementara dalam sebulan melemah 5,1%.



David Meger, dari High Ridge Futures, mengatakan emas terus melemah karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat sangat kencang. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tarik karena investor harus menghabiskan uang lebih banyak untuk membeli emas.

"Dolar AS meledak dan terus melonjak karena ekspektasi kebijakan The Fed yang agresif. Kondisi ini membuat harga emas sulit merangkak naik karena emas kini berkurang drastis daya tariknya," tulus David, seperti dikutip dari CNBC International.

Sepanjang pekan lalu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,68% dan hari ini naik lagi sekitar 0,4% ke 104,1 yang merupakan level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Yield untuk surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun juga menembus 3%.

"Kenaikan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS yang terus terjadi membatasi pergerakan emas," tutur Ravindra Rao, kepala riset komoditas dari Kotak Securities Ltd, seperti dikutip dari mining.com.

Rao mengatakan harga emas sebenarnya bisa jatuh lebih dalam. Namun, pelemahan emas masih ditolong sejumlah faktor seperti kekhawatiran memburuknya perekonomian di China serta ketegangan perang Rusia-Ukraina.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Naik Sih, Tapi Tipiiisss...


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading