Bitcoin dkk Ambles Lagi Gaes.. Ethereum-Solana Paling Parah

Market - chd, CNBC Indonesia
27 May 2022 10:25
Gambar Cover, Cryptocurrency Ambrol

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto utama kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (27/5/2022), di mana selera risiko investor di pasar kripto masih belum pulih, meski di pasar saham global mulai kembali pulih.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:36 WIB, Bitcoin melemah 2,52% ke level harga US$ 28.973,78/koin atau setara dengan Rp 422.727.450/koin (asumsi kurs Rp 14.590/US$), Ethereum longsor 9,65% ke level US$ 1.758,59/koin atau Rp 25.657.828/koin.

Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti BNB ambruk 7,63% ke US$ 302,32/koin (Rp 4.410.849/koin), Cardano ambrol 9,04% ke US$ 0,4680/koin (Rp 6.828/koin), Solana anjlok 12,08% ke US$ 42,27/koin (Rp 616.719/koin), dan Dogecoin drop 6,66% ke US$ 0,07759/koin (Rp 1.132/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin break ke kisaran level US$ 28.000 pada hari ini, setelah beberapa hari diperdagangkan di rentang level US$ 29.000-US$ 30.000.

Sementara itu, kripto alternatif (altcoin) masih berkinerja buruk pada hari ini, menunjukkan selera risiko investor masih terbilang rendah.

Salah satunya yakni Token Avalanche (AVAX) yang ambles hingga 19% pada pagi hari ini. AVAX kini berada di posisi ke-15 berdasarkan kapitalisasi pasarnya yang mencapai US$ 6,12 miliar.

Padahal, pasar saham global mulai kembali pulih pada hari ini dan Kamis kemarin. Investor di kripto cenderung masih khawatir dengan adanya potensi pengetatan kebijakan moneter dapat mempengaruhi pergerakan kripto lebih lanjut.

Kekhawatiran investor di pasar kripto masih berlanjut pada hari ini, dibuktikan dengan Crypto Fear and Greed Index, di mana saat ini berada di angka 12 yang berarti 'extreme fear'.

Crypto Fear and Greed IndexSumber: alternative.me
Crypto Fear and Greed Index

Crypto Fear and Greed Index adalah skor yang menggambarkan sentimen pasar kripto dengan rentang skor mulai dari 0 hingga 100. Namun, perlu dicatat bahwa terlepas dari namanya, Crypto Fear & Greed Index hanya mengukur Bitcoin saja, bukan pasar aset kripto secara keseluruhan.

Zona Fear (skor 0 sampai 49) menunjukkan bahwa pasar cenderung undervalued dan oversupply, yang dapat menjadi sinyal waktu yang tepat untuk membeli, atau untuk buy the dip.

Sementara Greed (skor 50 hingga 100), menunjukkan bahwa cryptocurrency dinilai terlalu tinggi dan mungkin berada di tengah-tengah bubble. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa periode pasar yang bullish dapat segera berakhir.

Investor di kripto cenderung merespons negatif dari hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memberikan sinyal terbaru terkait kenaikan suku bunga. Hal ini dilakukan mengingat inflasi negara itu yang masih berkembang.

Dalam sebuah risalah yang dikutip CNBC International, The Fed dilaporkan melihat perlunya menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bp). Bank sentral terkuat di dunia tersebut menyebut kenaikan serupa kemungkinan akan diperlukan pada beberapa pertemuan berikutnya.

"Sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin dalam kisaran target kemungkinan akan sesuai pada beberapa pertemuan berikutnya," tulis risalah tersebut dikutip Kamis, (26/5/2022).

Pada sesi awal bulan ini, Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) menyetujui kenaikan setengah poin persentase. FOMC juga menyusun rencana, mulai Juni, untuk mengurangi neraca sebesar US$ 9 triliun milik bank sentral.

Itu adalah kenaikan suku bunga terbesar dalam 22 tahun dan terjadi saat The Fed mencoba menurunkan inflasi yang mencapai level tertinggi 40 tahun.

Dengan hasil dari rapat The Fed tersebut, periode bear market di pasar kripto berpotensi masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Selain dari potensi semakin agresifnya The Fed menaikkan suku bunga acuannya, beberapa sentimen global juga turut memperberat gerak kripto, seperti kondisi pandemi Covid-19 di China yang masih mengkhawatirkan dan perang Rusia-Ukraina yang masih terjadi hingga kini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi AS & Kejatuhan Dua Token Terra Buat Bitcoin cs Ambruk


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading