'Suku Bunga Fed Boleh Aja Naik, Tapi RI Bukan Jajahan AS!'

Market - Cantika Adinda, CNBC Indonesia
26 May 2022 10:40
federal reserve

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rencana normalisasi kebijakan suku bunga (tapering) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tekanan eksternal global selalu dimonitor oleh pihaknya dari hari ke hari. Namun, dia memastikan stabilitas keuangan, utamanya perbankan terjaga.

"Kalau The Fed naik, saya tekankan kita bukan jajahan Amerika Serikat (AS). Jadi, kebijakan kita tergantung kondisi finansial di dalam negeri," jelas Purbaya dalam konferensi pers, Rabu (25/5/2022).

Sinergi kebijakan antar otoritas, baik itu oleh pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) akan terus dilakukan. Apabila bank sentral memperketat kebijakan moneter dan kebijakan itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, LPS akan mendukung.

Untuk periode 28 Mei hingga 30 September 2022, mengikuti langkah BI yang mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5%, LPS memutuskan untuk kembali mempertahankan tingkat bunga penjaminan.

Tingkat bunga penjaminan pada bank umum dalam mata uang rupiah tetap 3,5% dan valuta asing (valas) 0,25%. Lalu, untuk bunga penjaminan simpanan rupiah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 6%.



Purbaya menekankan, kebijakan fiskal dan moneter Indonesia sudah berjalan secara suportif dan akomodatif dalam meredam gejolak eksternal. Untuk itu, ia meyakini perekonomian Indonesia pada 2022 akan lebih baik dari kondisi tahun 2021.

Kebijakan yang akomodatif, baik dari sisi fiskal maupun moneter, akan mampu menjaga pemulihan ekonomi nasional untuk tetap solid pada tahun 2022.

"Bukan berarti The Fed naik, LPS menaikkan suku bunga penjaminan, ini betul-betul tergantung indikator kondisi moneter, makro di dalam negeri, jadi kita negara merdeka," ujar Purbaya.

Seperti diketahui, risalah pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menunjukkan bahwa The Fed bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan lebih jauh dari ekspektasi pasar.

Risalah pertemuan The Fed pada 3-4 Mei mengisyaratkan bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga acuan dengan cepat dan mungkin lebih dari prediksi pasar untuk memadamkan tekanan inflasi.

Risalah tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin dalam kisaran target kemungkinan akan sesuai pada beberapa pertemuan berikutnya.

Selain itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengindikasikan bahwa sikap kebijakan yang ketat mungkin menjadi tepat, tergantung pada prospek ekonomi yang berkembang dan risiko terhadap prospek tersebut.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apakah LPS Bakal Turunkan Lagi Bunga Penjaminannya? Cek Nih..


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading