Harga Saham GOTO dan BUKA Susul-Susulan, Akrab Nih?

Market - Riset, CNBC Indonesia
25 May 2022 13:08
Ekosistem terintegrasi GoTo.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten startup teknologi Tanah Air PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terpantau salip-menyalip.

Meskipun keduanya terpaut jauh dari sisi nilai kapitalisasi pasarnya (market cap GOTO Rp 355,31 triliun; BUKA Rp 28,86 triliun) tetapi secara nominal harga saham per lot keduanya cenderung terpaut tipis.

GrafikFoto: Grafik
Grafik

Pada perdagangan pekan ini, harga saham GOTO selalu ditutup lebih tinggi dari harga saham BUKA. Hal ini terjadi sejak Senin (23/5/2022).


Kala itu harga saham GOTO ditutup di Rp 296/unit sedangkan harga saham BUKA ditutup di Rp 294/unit hanya terpaut dua poin saja.

Namun pada perdagangan kemarin, harga saham GOTO terpantau menguat 2,0% dan ditutup di Rp 302/unit sedangkan harga saham BUKA melemah 4,8% di level Rp 280/unit.

Padahal di pekan sebelumnya harga saham BUKA selalu ditutup di atas harga saham GOTO. Sebenarnya tren ini terjadi sejak 20 April 2022.

Saat itu harga saham BUKA cenderung naik sementara harga saham GOTO malah tertekan. Namun keduanya juga mengalami tekanan besar saat pasar saham dalam negeri kembali dari libur panjang Lebaran 2022.

Pada pekan pertama perdagangan bulan ini (9-13 Mei 2022), nilai kapitalisasi pasar GOTO dan BUKA sama-sama tergerus 23%.

Hanya saja keduanya berhasil rebound di pekan kedua. Harga saham GOTO berhasil naik 57% dari level terendahnya sepanjang sejarah sejak IPO di Rp 194/unit pada 13 Mei 2022, tetapi di saat yang sama, harga saham BUKA hanya mampu menguat 16% saja.

Sebenarnya fenomena salip menyalip harga saham kedua startup dengan valuasi jumbo ini tak bisa digunakan sebagai acuan untuk berinvestasi, karena memang skala bisnisnya pun juga berbeda, dengan jumlah saham beredar, aset, serta ekuitas yang juga berbeda sehingga tidak bisa menjadi tolok ukur yang baik.

Namun keduanya memiliki unit bisnis yang cenderung tumpang tindih atau overlap terutama di bidang e-commerce sehingga memunculkan ruang persaingan.

GOTO memiliki usaha di bidang e-commerce lewat Tokopedia yang menjadi market leader di industrinya. Sementara BUKA merupakan salah satu startup yang sampai sekarang bisnisnya di segmen tersebut.

Hanya saja, market share BUKA cenderung tergerus. Untuk tetap bertahan, BUKA lebih memilih strategi kompetisi tak langsung dengan mengembangkan unit bisnis Online to Offline (O2O) lewat BUKA Mitra yang mencatatkan pertumbuhan pesat pada 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Dia 19 Naga & Dewa di Balik IPO GoTo


(trp/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading