Review Kinerja

Ekonomi Kian Pulih, BRI Rebut Lagi Tahta Tertinggi Perbankan!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 May 2022 19:46
Bank BRI di IRTI Monas, Rabu (23/5/2018). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus menunjukkan kinerja positif di tengah pemulihan ekonomi nasional dari pandemi, dan sukses merebut kembali tahta sebagai bank paling menguntungkan di Tanah Air.

Setelah sempat terkena dampak dari pandemi Covid-19 di tahun 2020 sehingga laba bersihnya tergerus, tahun 2021 dan 2022 menjadi momentum bangkitnya kinerja bisnis emiten berkode saham BBRI ini.

Kinerja keuangan BBRI sangatlah mencolok di kuartal I-2022. Baik dari sisi nominal maupun pertumbuhan, laba bersih BBRI tercatat sebagai yang terbesar dibandingkan dengan tiga bank kakap lainnya. Hingga akhir Maret 2022, laba bersih BRI melesat 78,2% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 12,17 triliun.


Capaian itu mengungguli PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masing-masing membukukan bottom line senilai Rp 10,03 triliun dan Rp 8,06 triliun pada kuartal I-2022.

Bahkan, BBRI memiliki margin laba bunga (Net Interest Margin/NIM) terbesar dibandingkan dengan ketiga bank kakap lainnya. NIM merupakan indikator penting profitabilitas perbankan, yang menunjukkan kelihaian manajemen bank tersebut memutar dana pihak ketiga (DPK) menjadi kredit yang menguntungkan.

NIM BBRI hingga kuartal I-2022 tercatat sebesar 7,7%, atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,3%. Angka itu jauh meninggalkan rata-rata NIM empat bank terbesar di Indonesia yang hanya di kisaran 5,6%.

Keberhasilan itu tak lepas dari kesuksesan perseroan mengonsolidasikan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Di sisi lain, BRI terpantau sukses menjalankan dua strategi utama yang sangat krusial untuk dijalankan di tengah situasi sulit seperti sekarang.

Pertama, fokus pada aset dengan imbal hasil (yield) tinggi sehingga mampu meningkatkan perolehan profitabilitas perseroan. Kedua, sukses menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF). Hal ini tercermin dari kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12,1% yoy menjadi Rp 30,41 triliun per kuartal I-2022.

Kredit UMKM Pulih Kembali!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading