Terra LUNA Bikin Trauma, Aset Kripto Jadi Neraka Jahanam

Market - chd, CNBC Indonesia
19 May 2022 10:14
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas kripto utama terpantau terkoreksi pada perdagangan Kamis (19/5/2022), di tengah kembali meningginya kekhawatiran mengenai inflasi global yang turut berimbas pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:36 WIB, Bitcoin ambles 4,34% ke level harga US$ 28.834,55/koin atau setara dengan Rp 424.156.231/koin (asumsi kurs Rp 14.710/US$), Ethereum anjlok 7,21% ke level US$ 1.916,13/koin atau Rp 28.186.272/koin.

Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti XRP ambruk 7,99% ke US$ 0,3994/koin (Rp 5.875/koin), Cardano longsor 12,2% ke US$ 0,4992/koin (Rp 7.343/koin), Solana tergelincir parah 13,04% ke US$ 48,85/koin (Rp 718.584/koin), dan Dogecoin ambrol 8,16% ke US$ 0,08232/koin (Rp 1.211/koin)


Sedangkan token stablecoin seperti Tether (USDT) turun tipis 0,02%, USD Coin (USDC) juga turun tipis 0,02%, dan Binance USD (BUSD) terkoreksi 0,15%.

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali bergerak ke bawah level US$ 29.000, tepatnya kini berada di kisaran level US$ 28.000, karena investor masih cenderung berhati-hati memburu aset kripto di tengah kembali meningginya kekhawatiran mengenai inflasi global yang turut berimbas pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Pasar berbasis aset risiko seperti saham dan kripto telah tertekan oleh inflasi dan upaya bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif, yang meningkatkan potensi terjadinya resesi di Negeri Paman Sam.

Ketua The Fed, Jerome Powell dalam konferensi Wall Street Journal (WSJ) menyatakan tidak akan ragu menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi terkendali.

Di lain sisi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun-yang menjadi acuan di pasar-pun kembali menguat melewati level 3%.

Namun pada pukul 21:30 waktu AS atau pukul 08:30 WIB, yield Treasury tenor 10 tahun cenderung kembali melandai ke kisaran level 2,8%.

Selain karena meningkatnya kembali kekhawatiran investor akan inflasi global, sentimen dari kejatuhan dua token Terra yakni LUNA dan TerraUSD (UST) masih menjadi perhatian pelaku pasar di kripto, meski sentimen ini sudah mulai diabaikan oleh pelaku pasar.

Pada pukul 09:36 WIB, harga token LUNA mencapai US$ 0.0001454 per keping, ambruk 22,44% dalam 24 jam terakhir. Kini, token LUNA berada di posisi ke-213 berdasarkan kapitalisasi pasarnya yang mencapai US$ 953,41 juta.

Sedangkan untuk UST, harganya kini berada di US$ 0,1114 per kepingnya, ambles 13,89% dalam 24 jam terakhir. Posisi UST saat ini berada di urutan ke-46 berdasarkan kapitalisasi pasarnya yang mencapai US$ 1,25 miliar.

Kejatuhan dua token Terra sempat membuat khalayak investor di kripto pun heboh. Tak sedikit investor yang memegang LUNA pun mengalami kerugian yang amat besar.

Terra Luna punya peran yang vital untuk menstabilkan harga dari stablecoin Terra dan mengurangi volatilitas pasar. Saat stablecoin turun sedikit maka Terra LUNA akan dibakar sebagai cara harga bisa stabil.

Saat diterbitkan pertama kali, nilainya mencapai US$ 0,8 per koin dan sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 119,55 per keping pada April lalu. Bahkan pernah menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar senilai US$ 40 miliar.

Tak hanya LUNA saja, UST yang seharusnya stabil di US$ 1 per keping, kini harganya hanya berkisar 1 sen dolar AS.

UST sempat menjadi salah satu stablecoin paling populer di dunia dan sempat juga menduduki empat besar stablecoin di dunia setelah stablecoin milik Binance yakni Binance USD (BUSD).

TerraUSD sendiri merupakan proyek stablecoin yang dipatok dengan nilai tukar dolar AS. Token tersebut menawarkan penyimpanan nilai lebih baik untuk menghindari volatilitas mata uang kripto. Pengembang menawarkan target satu koin senilai US$ 1.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi AS & Kejatuhan Dua Token Terra Buat Bitcoin cs Ambruk


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading