Orang Dalam Bocorkan Isi Rapat Elon Musk-Luhut, Ternyata...

Market - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
14 May 2022 16:00
Luhut Binsar Pandjaitan dan Elon Musk di Austin (Tangkapan layar ig pandusjahrir) Foto: Luhut Binsar Pandjaitan dan Elon Musk di Austin (Tangkapan layar ig pandusjahrir)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berita pertemuan antara Elon Musk dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan viral. Hal ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang sekaligus rencana investasi Elon di Indonesia.

Lantas apa sebenarnya yang dibahas dalam pertemuan tersebut?


Septian Hario Seto selaku Deputi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves mengatakan pertemuan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meyakinkan Tesla berinvestasi di Indonesia. Apalagi, pemerintah ternyata sudah mendekati Tesla semenjak 2021.

"Selama beberapa tahun terakhir harga nikel meningkat signifikan sehingga banyak pabrikan yang memilih untuk tidak menggunakan nikel. Kami meyakinkan Elon kalau Tesla bisa mendapatkan pasokan Nikel yang dibutuhkan dan kami akan memastikan ESG-nya sesuai standar Tesla," jelas Hario kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (14/5/2022).

Hario juga menjelaskan respons Tesla cukup baik dan berencana mengirimkan tim mereka ke Indonesia untuk melihat potensi kerja sama.

"Pemerintah maunya kerja sama akan win-won dan itu adalah bottom line buat kita," tegas Hario.

Jalan tengah ini masih terus dicari untuk kerja sama Tesla. Pasalnya, di beberapa negara seperti Jerman dan China, Tesla menguasai sepenuhnya perusahaan meski tidak berada di Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, Hario juga menjelaskan kalau di Indonesia, perusahaan asing harus kerja sama dengan perusahaan lokal.

"Nanti perlu dibicarakan bagaimana pola kerja samanya, apalagi ini investasi besar dan terus berproses. Saat ini sudah makin mengerucut feedback, baik keinginan mereka, dan juga keinginan kita,"pungkas Hario.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara produsen nikel dan juga cadangan nikel di dunia. Harga nikel yang terus meningkat menjadi kekhawatiran pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Hold, Tesla Sebut Punya Bitcoin Rp 28 T Pada Akhir 2021


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading