Krakatau Steel Mau Right Issue Rp 2,8 T untuk Bayar Utang

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 May 2022 21:50
krakatau steel

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Krakatau Steel Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan aksi korporasi penawaran modal hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk pembayaran hutang perusahaan yang mencapai Rp 30 triliun.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim menjelaskan total dana yang ingin dihimpun mencapai US$ 200 juta atau senilai Rp 2,8 triliun (Rp 14.000/US$). Meski begitu dia belum bisa membeberkan kapan waktu pasti rencana ini akan dilakukan.

"Tergantung kondisi dan hasil diskusi dengan Kementerian BUMN, kita benerin dulu beberapa rencana strategis abis itu baru right issue," kata Silmy.


Namun dia memberikan estimasi kemungkinan rencana ini akan dilancarkan, yakni pada semester II 2022 ataupun awal 2023 mendatang.

Sampai akhir tahun ini Krakatau Steel berencana mengurangi jumlah utang sampai separuhnya dari total US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun dari Master Restructuring Agreement (MRA) yang ditandatangani 2020 lalu.

Adapun dana yang yang digunakan untuk membayar utang di 2022 ini diperoleh dari beberapa sumber seperti, cash flow perusahaan, divestasi aset, right issue, dan masuknya strategic investor.

Dia menjabarkan pembayaran utang dari cash flow perusahaan sebesar US$ 250 juta, diharapkan juga dapat US$ 300 juta dari aksi korporasi, right issue US$ 200 juta sebagai backup.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jreng! DPR Usir Dirut Krakatau Steel Silmy Karim dari Rapat


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading