Josss, Harga Batu Bara Naik Nyaris 3%!

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
13 May 2022 06:55
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara makin membara. Pada perdagangan Kamis (12/5/2022), harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) untuk kontrak Juni ditutup di level US$ 367,75 per ton. Menguat 2,97% dibandingkan hari sebelumnya.

Secara keseluruhan, dalam sepekan, harga batu bara menguat 2,6% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas hitam juga masih menguat 14,1% dan dalam setahun melesat 251,4%.


Kembali menguatnya harga batu bara masih disokong oleh tingginya permintaan, terutama dari India dan Eropa. Permintaan dari India diperkirakan masih akan tinggi seiring makin menipisnya pasokan di negara tersebut.

Pasokan batu bara di pembangkit listrik India dalam kondisi kritis karena hanya setara dengan delapan hari. Level tersebut jauh di bawah pasokan pada periode yang sama tahun lalu yakni 16 hari.

Menipisnya pasokan disebabkan lonjakan penggunaan listrik setelah gelombang panas melanda Negeri Bollywood. Di sejumlah negara bagian India, suhu meningkat menjadi 39-45 derajat celcius yang mengakibatkan penggunaan listrik untuk pendingin ruangan melonjak. Kondisi ini langsung berpengaruh terhadap pasokan batu bara.

Untuk menambah pasokan, Kementerian Kelistrikan India sudah mengeluarkan aturan yang mewajibkan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara impor untuk beroperasi dengan kapasitas penuh.

Pemerintah India mendesak dunia usaha di negaranya untuk segera merealisasikan impor batu bara sebanyak 19 juta ton. Tenggat waktunya adalah akhir Juni ini.

Produksi batu bara India sebenarnya meningkat pada tahun ini tetapi rusaknya jalur kereta api membuat distribusi batu bara terganggu. Produksi batu bara India meningkat 9% pada Januari-April 2022 menjadi 26 juta ton. Namun, jumlah kereta yang mengangkut batu bara tidak bisa ditingkatkan.

Pemerintah sudah meminta peningkatan jumlah gerbong kereta pengangkut batu bara menjadi rata-rata 336 hari pada April tahun ini. Namun, hanya 276 gerbong yang bisa mengangkut. Jumlah tersebut tidak berubah dari April tahun lalu.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa masih mencari pemasok baru untuk batu bara setelah memutuskan untuk melarang impor komoditas tersebut dari Rusia. Selain dari Amerika Serikat dan Kolombia Eropa juga mengincar Botswana sebagai pemasok baru.

Dilansir dari Reuters, Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi mengatakan pihaknya sudah menerima permintaan batu bara sebanyak 50.000 ton per bulan dari perusahaan swasta dan pemerintah Eropa. Merujuk data ec.europa.eu,  Uni Eropa memproduksi batu bara jenis hard coal (batu bara energi tinggi) sebanyak 57,2 juta ton di tahun 2021.

Namun, konsumsi batu bara jenis tersebut mencapai 160 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan, Uni Eropa mengimpor batu bara dari Rusia ( 56%), Amerika Serikat (175), dan Australia (15%).

Produksi hard coal Uni EropaSumber: ec.europa.eu

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Anjlok 1% Lebih! Sans, Nanti Naik Lagi Kok...


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading