Dihajar Dolar, Emas KO Lagi

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
12 May 2022 15:32
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali jatuh ke zona negatif. Pada perdagangan Kamis (12/5/2022) pukul 15:00 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.850,6 per troy ons. Melemah 0,08%.

Harga emas bergerak volatile dalam sepekan terakhir meskipun lebih banyak bergerak dalam zona negatif. Harga emas melemah pada Senin dan Selasa (9-10 Mei) tetapi menguat pada Selasa (11/5/2022).

Dalam sepekan, harga emas sudah terkoreksi 1,7% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga melemah 6,4% sementara dalam setahun emas masih menguat 1,3%.


Kembali melemahnya emas dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, menguat sekitar 0,1% ke level 103,948 pada pukul 11:00 WIB hari ini, masih mendekati rekor tertingginya sejak dua dasawarsa pada Senin (9/5/2022) di level 104,49.

Hari ini, indeks dolar AS stabil berada di 103,7 selama perdagangan pagi hari. Pada pukul 11.00 WIB, indeks dolar berada di level 103,582 yang terkoreksi 0,07% terhadap 6 mata uang dunia. Level tersebut lebih rendah dibandingkan Senin (9/5) di mana indeks ada di angka 104,19.

"Pergerakan emas saat ini sangat ditentukan oleh dollar AS serta ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Dua faktor ini menutupi daya tarik emas sebagai aset aman," tutur Michael McCarthy, dari Tiger Brokers, Australia, seperti dikutip dari Reuters.

Ravindra Rao dari Kotak Securities, mengingatkan emas masih berpotensi naik jika kekhawatiran akan memburuknya ekonomi global terus menguat. Emas sebagai aset aman akan menjadi pilihan orang di saat ekonomi memburuk.

Namun, dia juga menegaskan bahwa jika pergerakan harga emas masih akan sangat ditentukan oleh dolar AS. "Emas kemungkinan akan stabil di kisaran US$ 1.850 per troy ons. Harga emas kemungkinan tidak akan melonjak tajam kecuali dollar AS melemah drastis," tutur Ravindra seperti dikutip dari livemint.com.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalah Sama Dolar, Emas Tumbang ke Level Terendah 2 Bulan!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading