Sstt..Pertamina Geothermal Ternyata Sudah Daftar Untuk IPO

Market - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
11 May 2022 12:00
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). (Dok. PGE)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) bagian dari PT Pertamina (Persero) dikabarkan sudah melakukan pendaftaran tahap awal untuk melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). Hal itu dikatakan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury.

Sebagaimana diketahui, dalam catatan website Pertamina Geothermal Energy, perusahaan memiliki lima Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yang diantaranya adalah PLTP Wayang Windu, Darajat, Gunung Salak, Sarulla dan Bedugul. Adapun seluruh kapasitas pembangkitnya mencapai 672 Mega Watt (MW).

Pahala mengatakan, bahwa pihaknya tengah berupaya agar IPO anak usaha Pertamina ini dapat berjalan lancar di tahun ini. Mengingat berbagai persiapan dalam rangka penjualan saham melalui IPO sudah berlangsung dan dipersiapkan secara matang.


"Persiapan sudah berjalan. Sudah melakukan pendaftaran atau registrasi tahap awal. Insya Allah dalam 2022 ini," kata Pahala kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/5/2022).

Adapun, penawaran saham ke publik ini ditujukan guna meningkatkan transparansi kinerja PGE ke depan. Selain itu, juga untuk upaya menambah investasi sembari melakukan pencarian mitra strategis yang ingin masuk dalam transaksi IPO.

Sebelumnya ia pernah menyebut bahwa target dana yang terkumpul dari IPO ini bisa mencapai US$ 400 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per US$).

Menurutnya rencana IPO ini guna mengembangkan bisnis panas bumi, khususnya Pertamina dan Indonesia secara umum. Seperti diketahui, sumber daya panas bumi Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.

Hingga akhir 2020, Amerika Serikat menduduki peringkat nomor wahid untuk sumber daya panas bumi yakni mencapai 30.000 Mega Watt (MW). Sementara Indonesia memiliki sumber daya panas bumi 23.965 MW.

Namun sayangnya, pemanfaatan panas bumi yang dikelola menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia baru sebesar 2.130,7 Mega Watt (MW) hingga akhir 2020 atau baru sebesar 8,9% dari total sumber daya panas bumi yang ada di Tanah Air.

Corporate Secretary Pertamina Geothermal Energy, Muhammad Baron enggan menjelaskan secara rinci mengenai tahapan pelaksanaan IPO perusahaan. Yang terang ia bilang bahwa PGE tetap fokus dalam menjalankan Bisnis Panas Bumi dan terus mengembangkan potensi yang ada.

"Semua upaya dalam pelaksanaan pengembangan dimaksud sedang dalam proses dan selalu dalam koordinasi dengan shareholder," tandas Baron kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/5/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rencana Besar Erick Bagi Pertamina-PLN Menuju Zero Emission


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading