UE Bakal Setop Impor Dari Rusia, Harga Minyak Mentah Lompat!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 May 2022 15:27
FILE PHOTO: A maze of crude oil pipes and valves is pictured during a tour by the Department of Energy at the Strategic Petroleum Reserve in Freeport, Texas, U.S. June 9, 2016.  REUTERS/Richard Carson/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa (EU) benar-benar bakal melarang impor minyak mentah Rusia sebagai akibat perang yang dikobarkan dengan Ukraina. Alhasil, harga minyak mentah kembali lompat pada perdagangan Rabu (4/5/2022).

Melansir data Refinitiv, pada pukul 14:27 WIB, minyak mentah jenis Brent melesat 2,19% ke US$ 107,27/barel, sedangkan jenis West Texas Intermediate (WTI) 2,67% ke US$ 105,14/barel.

Perang yang berkecamuk membuat Rusia dikenakan berbagai sanksi oleh Amerika Serikat dan negara Barat lainnya. Terbaru, Uni Eropa berencana melarang impor semua produk minyak mentah Rusia, sesuatu yang sebenarnya masih sulit dilakukan sebab banyak negara Benua Biru sangat tergantung dengan minyak mentah dari Rusia.


Pada 2020, Uni Eropa mengimpor minyak mentah dari Rusia ke Uni Eropa mencapai 25% dari total impor.

"Mari kita perjelas, itu [melarang impor minyak mentah Rusia] tidak akan mudah", kata Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dalam konferensi pers hari ini.

"Beberapa negara anggota sangat tergantung minyak mentah dari Rusia. Tetapi kami sedang berusaha melakukan yang terbaik. Kami kini mengusulkan larangan impor minyak Rusia. Larangan ini untuk seluruh minyak Rusia, seaborne [dikirim dengan kapal] dan pipeline [dikirim lewat pipa], minyak mentah dan hasil penyulingannya," tegasnya.

Rencana tersebut membuat minyak mentah langsung melesat setelah kemarin jeblok lebih dari 2%. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi China yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia terancam melambat akibat lockdown yang kembali dilakukan.

Lockdown tentu akan membuat permintaan energi berkurang sehingga memengaruhi harga minyak mentah. 

"Kekhawatiran terhadap prospek permintaan China adalah hal yang nyata. Ini akan memengaruhi permintaan dunia," kata Gary Cunningham. Direktur Tradition Energy, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Terbendung, Harga Minyak Brent Lompat ke US$ 104/Barel


(pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading