Harga Emas Kayaknya Bisa Sentuh Sejuta Lagi Nih, Bahkan Lebih

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
22 April 2022 17:35
INFOGRAFIS, Apa Itu Resesi

Salah satu sinyal ekonomi dunia dalam bahaya adalah imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) kembali mengalami inversi. Kondisi ini terjadi saat yield obligasi (Treasury) tenor pendek lebih tinggi dari tenor jangka panjang. 

Dalam situasi normal, yield obligasi jangka pendek akan lebih rendah dari jangka panjang. Tetapi jika investor melihat dalam jangka pendek perekonomian akan memburuk bahkan mengalami resesi, maka premi risiko yang diminta akan lebih tinggi. Hal tersebut membuat yield obligasi jangka pendek menanjak hingga lebih tinggi dari tenor jangka panjang, yang disebut sebagai inversi.

Menurut MUFG Securities, di tahun 2019 inversi terjadi 163 hari sebelum resesi tahun 2020. Sementara saat Amerika Serikat mengalami resesi antara 2007 -2009 inversi terjadi 571 hari sebelumnya, dan resesi di tahun 2001 inversi terjadi 422 hari sebelumnya.


Kemungkinan kembali terjadinya resesi juga diungkapkan Triliuner Carl Icahn.

"Saya pikir kemungkinan terjadinya resesi sangat besar, bahkan bisa lebih buruk lagi," kata Icahn, dalam acara "Closing Bell Overtime" CNBC International, Selasa (22/3/2022).

Tingginya inflasi di Amerika Serikat, plus bank sentral AS (The Fed) yang akan agresif menaikkan suku bunga di tahun ini menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan resesi.

Inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) di bulan Februari melesat 7,9% year-on-year (yoy) tertinggi sejak Januari 1982. Sementara yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dilaporkan tumbuh 6,4% (yoy) menjadi yang tertinggi sejak Agustus 1982.

Sementara itu inflasi berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) yang menjadi acuan The Fed tumbuh 6,4% (yoy) di bulan Januari, dan inflasi inti PCE sebesar 5,4% (yoy). Inflasi PCE tersebut menjadi yang tertinggi dalam nyaris 40 tahun terakhir.

Jika ramalan ini jadi kenyataan, ekonomi dunia akan tumbang dan harga emas bisa terbang. Sebab saat resesi, minat investor untuk emas sebagai aset safe haven akan tinggi. Hal ini yang kemudian membuat emas dunia melambung.

Kondisi serupa pernah terjadi saat 2008, saat itu harga emas dunia di pasar spot meroket 50,6% antara September 2010 dan 2011. Harga emas dunia mencapai US$ 1.917,9/troy ons dan jadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Begitu juga pada tahun 2020 saat Covid-19 melanda, harga emas dunia melambung hingga tembus US$ 2.072/troy ons. Begitu juga emas Antam yang tembus Rp 1.074.714/gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mengacu pada harga emas dunia. Saat harga emas dunia melambung, harga emas Antam mengikuti. Berdasarkan historis, ketika harga emas berada di atas level US$ 2.000/troy ons, harga emas Antam akan naik mengikuti ke level Rp 1.000.000/gram.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(ras/vap)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Pegadaian Lagi Naik Bunda, Saatnya Jual?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading