Krisis Sri Lanka

Sri Mulyani: Sri Lanka Berbeda dengan Indonesia

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
20 April 2022 16:30
Menteri Keuangan Sri Mulyani, APBN KITA Edisi April 2022 (Tangkapan Layar Youtube Menteri Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kondisi perekonomian dalam negeri sangat berbeda dengan Sri Lanka. Terutama dari kondisi utang yang masih sangat aman.

Menurutnya, saat ini memang ada risiko baru yang muncul setelah pandemi Covid-19 yakni perang Rusia-Ukraina, ancaman inflasi hingga kenaikan harga komoditas. Namun, pengelolaan utang dilakukan dengan sangat hati-hati.


Ini tercermin dari pembiayaan utang yang turun hingga 55,6% dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari Rp 336,9 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp 149,6 triliun di Maret 2022.

"Pembiayaan kita akan kita usahakan secara sangat prudent sehingga banyak yang sering kemudian menanyakan kondisi seperti suatu negara Sri Lanka dibandingkan dengan Indonesia. Dalam hal ini kita melihat kondisi APBN Indonesia jauh sangat berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh negara seperti Sri Lanka," ujarnya dalam konferensi pers APBN, Rabu (20/4/2022).

Ia menjelaskan, saat kondisi pasar surat berharga dan pasar uang menghadapi tekanan, pemerintah sudah menciptakan ketahanan APBN dengan kondisi kas yang cukup. Sehingga saat terjadi gejolak, tidak memaksa pemerintah melakukan pembiayaan APBN dengan terburu-buru.

"Ini strategi yang sangat pas dan sesuai. Dengan demikian, APBN mendapatkan reputasi dan kredibilitas yang baik terutama kalau kita lihat baik para investor ritel maupun besar institusionalnya mereka semuanya memiliki kepercayaan. Rating agency juga memberikan konfirmasi," jelasnya.

Namun, kondisi yang baik ini tidak membuat pemerintah menjadi tidak waspada. Kewaspadaan tetap ditingkatkan karena risiko baru yang bermunculan begitu mengancam perekonomian.

"Jadi ini adalah salah satu tren perbaikan dan penguatan APBN yang harus terus kita jaga dan risiko baru tetap kita waspadai," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jurus Sri Mulyani Tarik Utang Saat Inflasi AS Meroket


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading