Inflasi UK 7% di Maret, Bursa Eropa Dibuka Di Zona Negatif!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
13 April 2022 14:34
London Stock Exchange

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan kompak berada di zona negatif pada hari ini, Rabu (13/4/2022), di mana investor masih mengevaluasi data inflasi Amerika Serikat (AS) dan menunggu pertemuan bank sentral Eropa (ECB) selanjutnya.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi turun 0,2% ke level 456.07, di mana saham ritel merosot 0,9%. Sementara itu, saham sumber daya alam naik 0,7%.

Indeks DAX Jerman melemah 60,1 poin atau turun 0,43% ke 14.064,85 dan indeks CAC Prancis terkoreksi 0,11% ke level 6.530,25.


Hal serupa terjadi pada indeks FTSE Inggris melemah 0,15% ke level 7.564,93.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS berada di 8,5% di bulan Maret dan menjadi yang tertinggi sejak 1981. Hal tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). IHK inti naik 0,3% dan sedikit di bawah ekspektasi pasar.

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS menguat di pra-pembukaan perdagangan hari ini, di mana investor mengharapkan angka inflasi di Maret telah mencapai puncak, setelah mayoritas indeks saham berada di zona negatif kemarin.

Bursa saham di Asia Pasifik cenderung bergerak menguat hari ini, setelah ekspor China melonjak di Maret melebihi ekspektasi pasar. Sementara itu, bank sentral New Zealand juga menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin yang menjadi kenaikan terbesar sejak lebih dari 20 tahun.

Di wilayah Eropa, pasar fokus terhadap pertemuan lanjutan ECB untuk menentukan kebijakan moneternya yang akan dijadwalkan pada Kamis (14/4), di mana potensi pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang tinggi kembali meningkatkan resiko stagflasi.

"Perkiraan kami bahwa kebijakan ECB tidak akan berubah pada pertemuan pekan ini, di mana rincian akhir dari pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) akan diuumumkan pada pertemuan Juli," tutur Ahli Strategi Makro Goldman Sachs Asset Management Gurpreet Gill, dikutip dari CNBC International.

Kemarin, Organisasi Perdagangan Dunia memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan perdagangan global tahun ini menjadi 3% dari 4,7% karena "kejutan ganda" yang disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina dan Covid-19, serta memperingatkan bahwa melonjaknya harga komoditas dapat memfasilitasi krisis pangan.

Intelijen Inggris telah menyarankan bahwa pasukan Rusia sedang mempersiapkan dorongan besar untuk memperluas kendali atas Ukraina Timur. Sisi lainnya, Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan pada hari Selasa (12/4) bahwa pemerintah sedang bekerja untuk memverifikasi rincian dugaan serangan senjata kimia di kota Mariupol.

Hari ini, telah dirilis data inflasi Inggris di Maret yang berada di 7% dan menjadi yang tertinggi sejak 30 tahun. IHK melonjak 1,1% secara bulanan dan melebihi ekspektasi di jajak pendapat ekonom Reuters yang hanya memprediksikan kenaikan IHK 0,7% dan inflasi di 6,7%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Ukraina Perang, Bursa Saham Eropa 'Kebakaran'


(aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading