Satu Induk, Allo Bank (BBHI) & Bank Mega Konsolidasi Aset

Market - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
13 April 2022 13:15
Ilustrasi Logo Allo Bank (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) berencana mengalihkan sebagian aset dan liabilitas yang dimiliki kepada PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Aksi korporasi ini dilakukan karena BBHI dan MEGA merupakan perusahaan terafiliasi yang dimiliki pemegang saham pengendali PT Mega Corpora.

Dalam keterbukaan informasi, BBHI menyebut perjanjian pengalihan aset dan liabilitas antara perseroan dan Bank Mega sudah ditandatangani per 5 April lalu. Pengalihan akan dilakukan maksimal pada 30 Juni mendatang.

Nilai aset BBHI yang akan dialihkan ke MEGA bernilai Rp 958,62 miliar. Kemudian, nilai liabilitasnya mencapai Rp 921,38 miliar.


"Dengan demikian pengalihan ini merupakan transaksi material karena nilai aset yang dialihkan sama dengan atau lebih dari 20% dari total aset Perseroan sehingga harus memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Independen sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020," tulis perseroan, Rabu (13/4/2022).

Secara lebih detail, BBHI menjelaskan aset perusahaan yang dialihkan berupa kredit, aktiva tetap, dan aktiva lain-lain. Kemudian, liabilitas mencakup simpanan nasabah berupa tabungan, giro, dan deposito.

Pengalihan dilakukan karena Allo Bank memandang perlu mengembangkan kegiatan pelayanan perbankan menjadi fokus pada layanan perbankan digital. BBHI berharap pelayanan kepada nasabah khususnya nasabah ritel dan UMKM dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah melalui perangkat aplikasi teknologi digital yang dapat diakses secara online dan mandiri oleh nasabah.

"Oleh karenanya, Perseroan berencana mengalihkan kepada Bank Mega aset dan liabilitas tertentu yang terkait dengan layanan bank konvensional termasuk mengalihkan kantor cabang dengan tujuan untuk membatasi jumlah kantor cabang Perseroan serta karyawan yang terkait dengan kantor cabang. Di sisi lain, Bank Mega yang merupakan entitas terafiliasi juga berminat untuk mengambil alih aset dan liabilitas tertentu yang dimiliki oleh Perseroan sehingga meningkatkan aktiva produktif, jumlah nasabah dan jaringan kantor cabangnya," tulisnya.

Pengalihan ini disebut membawa keuntungan bagi BBHI, sesuai isi Rencana Bisnis 2022-2024 dan Rencana Korporasi 2022-2026 perseroan. Proyeksi laba bersih perusahaan meningkat dari Rp192 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp653 miliar pada 2024, dan Rp1.486 miliar pada 2026.

"Rencana Bisnis dan Rencana Korporasi disusun dengan asumsi bahwa Perseroan akan mengembangkan kegiatan usahanya dalam bidang layanan jasa perbankan digital. Rencana Bisnis tersebut diterima dan telah dicatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-31/PB.222/2022 tanggal 14 Februari 2022," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menuju Grand Launching Allo Bank


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading