Saham GOTO Naik, Para Raksasa di Balik GoTo Tambah Tajir

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
12 April 2022 09:20
Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten jasa ride-hailing dan e-commerce PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melesat pada debut perdana di bursa, Senin kemarin (11/4/2022). Melejitnya harga saham GOTO pada gilirannya turun menaikkan valuasi investasi para pemegang saham lama, termasuk para pendirinya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham GOTO ditutup melompat 13,02% ke Rp 392/unit kemarin, setelah sebelumnya pada awal pembukaan perdagangan sempat melonjak 23,08%.

Nilai transaksi saham GOTO pun menjadi yang paling ramai di bursa, yakni Rp 3,67 triliun dan volume perdagangan mencapai 9,41 miliar. Investor asing pun memborong saham GOTO sebanyak Rp 250 miliar di pasar reguler.


Sebagai informasi, saham GOTO tercatat di papan utama BEI dan GoTo menjadi emiten ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun ini. Harga penawaran saham perdana (IPO) GOTO sebesar Rp 338 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, total jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 1.184.363.929.502 saham.

Jumlah saham itu terdiri dari 1.082.912.477.886 saham pendiri Seri A, 10.264.665.616 saham treasuri seri A, 50.571.730.000 saham pendiri Seri B, dan 40.615.056.000 saham Penawaran umum kepada masyarakat - Seri A.

GOTO sendiri memastikan akan menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk memperkuat modal kerja dan meningkatkan penyertaan ke perusahaan anak.

Lantas, siapa saja pemegang saham lama GOTO yang 'ketiban cuan' seiring melesatnya harga saham GOTO pada debut perdana kemarin?

Di bawah ini Tim Riset CNBC Indonesia hanya akan berfokus pada sejumlah nama penting, sembari sambil lalu menyinggung nama-nama lainnya.

Tentu saja, ini hanya hitung-hitungan kasar untuk menggambarkan potensi keuntungan yang bisa diraup para pemegang saham lama GOTO.

Sebagai catatan, GoTo membagi pemegang saham perusahaan ke dalam struktur dual-class voting, yakni pemegang Saham Dengan Hak Suara Multipel (SDHSM) atawa multiple voting shares (MVS) dan non-SDHSM.

Seperti namanya, pemegang SDHSM, dalam hal ini Saham Seri B, memiliki hak suara multipel untuk setiap sahamnya.

Pemegang SDHSM adalah para pendiri cum pengendali GOTO, sedangkan pemegang non-SDHSM berarti pemegang Saham Seri A perusahaan.

Mari kita hitung potensi capital gain yang bisa diraup para pemegang SDHSM GOTO terlebih dahulu, baik melalui kepemilikan Saham Seri A dan B.

Pertama, Chief Executive Officer (CEO) GoTo Andre Soelistyo dengan total kepemilikan 9.981.555.284 (baik untuk Saham Seri A dan B) atau total 0,83% kepemilikan (setara dengan 7,74% hak suara).

Valuasi investasi Andre di GOTO saat IPO di Rp 338/unit sebesar Rp 3,37 triliun. Sementara, saat harga saham GOTO pada debut Senin (11/4) menyentuh Rp 382/unit, valuasi investasi Andre naik menjadi Rp 3,81 triliun.

Kedua, valuasi investasi Direktur GoTo Kevin Bryan Aluwi di saham GOTO per Senin, dengan total kepemilikan 9.063.012.967 saham, mencapai Rp 3,42 triliun.

Ketiga, Komisaris GoTo William Tanuwijaya berpotensi memiliki valuasi investasi sebesar Rp 8,01 triliun. William tercatat menguasai 20.981.678.973 saham GOTO.

Keempat, Direktur GoTo Melissa Siska Juminto dengan total saham 5.080.650.422 saham punya potensi mengumpulkan valuasi investasi sebesar Rp 1,94 triliun.

Keempat orang tersebut tercatat sebagai pemegang saham pengendali GoTo.

Asal tahu saja, selain memiliki kepemilikan langsung di GoTo, Andre Soelistyo, Kevin Aluwi, dan William Tanuwijaya merupakan pemegang saham PT Saham Anak Bangsa (SAB) dengan masing-masing kepemilikan 33,33%.

PT SAB sendiri merupakan pemegang saham seri B GoTo dengan total saham 26.888.988.841. PT SAB juga berpotensi memiliki valuasi investasi mencapai Rp 10,27 triliun.

Sekarang kita coba hitung para pemegang saham non-SDHSM alias Seri A, terutama Komisaris Utama GOTO, sekaligus bos emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Garibaldi 'Boy' Thohir dan Alibaba.

Boy Thohir tercatat menggenggam 1.054.287.487 atau setara dengan 0,09% dari total saham GOTO. Dengan demikian, dia berpotensi menorehkan valuasi investasi sebesar Rp 402,74 miliar.

Asal tahu saja, Boy Thohir diangkat sebagai Komisaris Utama Emiten sejak tahun 2021.

Kemudian, perusahaan milik raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Limited, Taobao China Holding Limited, menguasai 104.731.124.993 atau 8,84% saham GOTO. Dus, valuasi investasi Taobao berpotensi menjadi sebesar Rp 40,01 triliun di GOTO per Senin (11/4).

Tidak kalah pentingnya, nama-nama pemegang saham lain juga ikut ketiban untung, seperti Goto Peopleverse Fund (GPF) yang memiliki 9,03% saham perusahaan dan SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. yang tercatat mempunyai 8,71%.

Selain itu, ada deretan investor GOTO lainnya yang memiliki kepemilikan masing-masing kurang dari 5%. Para investor tersebut menguasai 62,96% saham GOTO. Namun, detailnya tidak tersedia dalam prospektus IPO GOTO.

Kemungkinan, para investor dengan porsi masing-masing di bawah 5% tersebut berisikan nama-nama besar di jagat investasi. Sebagaimana diketahui, Blackrock, Google, Grup Astra, Telkomsel, Temasek, Tencent, hingga Sequoia Capital, menjadi nama-nama besar yang sering disebut-sebut sebagai deretan investor GOTO selama ini.

Artinya, nama-nama beken tersebut akan ikut menikmati potensi 'cuan' dari kenaikan saham GOTO.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siap-siap! Market Cap GoTo Bisa Merangsek ke Tiga Besar


(adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading