Emiten Otto Toto Sugiri Ini Tambah Usaha Baru, Apa Itu?

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
05 April 2022 08:45
IPO PT DCI Indonesia Tbk (DCII), 6 Januari 2021/BEI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengumumkan rencana menambah bidang usaha baru. Bidang usaha yang akan menjadi penunjang DCII adalah aktivitas telekomunikasi dengan kabel, ISP (KBLI: 61921), dan aktivas perusahaan holding.

Saat ini, DCII berstatus sebagai emiten yang bergerak di bidang usaha utama penyedia jasa aktivitas hosting dan aktivitas terkait lainnya seperti jasa pengolahan data, web-hosting, streaming, aplikasi hosting dan penyimpanan cloud computing.

"Rencana penambahan bidang usaha perseroan sejalan dengan meningkatnya konsumen pengguna digital sebesar 21 juta orang sejak pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan percepatan ekonomi digital di setiap negara. Pada 2021, ekonomi Internet Indonesia mencapai US$ 70 miliar atau meningkat 49% sejak 2020," tulis DCI Indonesia dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (5/4/2022).


Perusahaan melihat potensi pasar industri telekomunikasi masih sangat besar. Peran infrastruktur digital seperti pusat data dan konektivitas dianggap sangat penting untuk mendukung potensi tersebut.

DCII menegaskan akan tetap fokus memberikan layanan data center dengan standar global. Untuk menunjang data center tersebut, perusahaan ingin memberikan layanan konektivitas agar pelanggan perseroan bisa saling terhubung antar lokasi data center dengan ekosistem perseroan yang terdiri dari cloud provider, banking, e-commerce, telekomunikasi dan industri lainnya.

"Pengguna layanan existing Perseroan merupakan perusahaan yang banyak bergerak di dunia digital ekonomi. Sehingga diyakini juga akan mengalami pertumbuhan, yang pada akhirnya juga akan menaikkan demand kepada Perseroan untuk menambah utilisasi layanan. Membawa dampak positif terhadap pertumbuhan dan prospek bisnis Perseroan ke depannya," katanya.

DCII yakin jaringan tetap tertutup dengan fiber optic pada data center berperan besar memberikan layanan koneksi yang cepat dan terjaga reliabilitasnya. Perusahaan juga menilai jaringan tetap harus juga dilengkapi dengan berbagai konten dan kecepatan tinggi demi memfasilitasi penggunanya menggunakan layanan Internet Of Thing (IoT).

"Penyedia layanan jaringan tetap tertutup akan memberikan konektivitas terhadap perusahaan yang membutuhkan konektivitas yang lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan wireless. Fokus pengembangan usaha akan menyasar pengguna layanan yang telah bekerjasama dengan Perseroan dan juga calon pelanggan yang akan menggunakan layanan colocation data center di lokasi Perseroan dan membutuhkan secured konektivitas antar lokasi," katanya.

"Untuk aktivitas holding, dipersiapkan untuk rencana jangka Panjang Perseroan untuk kemungkinan melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat menjadi sarana bagi Perseroan dalam hal tindakan akuisisi bisnis di masa yang akan datang," tulis perusahaan.

Seperti diketahui, Otto Toto Sugiri merupakan Direktur Utama DCII yang juga memiliki 29,90% saham di DCII. Pihak pengendali akhir Perusahaan adalah Otto Toto Sugiri, Marina Budiman dan Han Arming Hanafia.

Berdasarkan laporan keuangan, Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam bidang industri penyedia jasa aktivitas hosting dan aktivitas terkait lainnya seperti jasa pengolahan data, web-hosting, streaming, aplikasi hosting dan penyimpanan cloud computing.

Perusahaan terutama menyediakan jasa colocation, yaitu penyediaan tempat untuk menyimpan atau menitipkan server pelanggan dengan standar keamanan fisik dan infrastruktur, seperti kestabilan arus listrik dan kontrol udara.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dan fasilitas data center berlokasi di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Perusahaan memulai kegiatannya secara komersial pada tahun 2013. 


[Gambas:Video CNBC]

(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading