Simak! 5 Aksi Korporasi Besar Sepanjang Kuartal I-2022

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
01 April 2022 13:45
Pencatatan Saham PT. Adaro Minerals Indoenesia Tbk (ADMR) dok. Adaro Minerals

Jakarta, CNBC Indonesia - Kuartal I tahun 2022 telah berakhir pada perdagangan kemarin dan kini memasuki kuartal kedua. Banyak peristiwa penting yang tak kalah menarik mewarnai kuartal pertama di tahun 2022.

Salah satunya yakni aksi korporasi (corporate action) beberapa perusahaan yang sudah terdaftar dan baru terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal kuartal tahun ini. Aksi korporasi berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) juga sudah banyak terjadi di kuartal I-2022.

Namun, ada aksi korporasi yang cukup besar dan tak kalah menariknya dari tahun-tahun sebelumnya.


Berikut aksi korporasi besar yang terjadi di kuartal I-2022.

1. IPO PT Adaro Minerals Tbk (ADMR)

Saham anak usaha dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yakni PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) resmi debut di BEI pada 3 Januari 2022, di mana pada perdagangan perdana, sahamnya sempat langsung melesat hingga 35% ke level Rp 135/unit pada saat itu dan langsung menyentuh level auto rejection atas (ARA).

Saham tersebut diperdagangkan 19,59 juta saham dengan nilai Rp 2,64 miliar sebanyak 892 kali. ADMR memiliki kapitalisasi pasar (market cap) saat itu senilai Rp 5,52 triliun.

Presiden Direktur, Iwan Dewoyono Budiyuwono mengatakan perusahaan memiliki kegiatan utama pertambangan batu bara metalurgi melalui anak usahanya, jasa pertambangan dan jasa konsultan manajemen.

"Melalui perusahaan anak, perusahaan memiliki lima konsesi PKP2B di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dengan sumber daya sebesar 9.080 juta ton dan cadangan sebesar 170 juta ton batu bara metalurgi berkualitas tinggi," kata Iwan dalam sambutan pencatatan sahamnya, Senin (3/1/2022).

Untuk diketahui, perusahaan melalui perusahaan anak telah mengoperasikan dua konsesi PKP2B, yaitu melalui PT Lahai Coal (LC) dan PT Maruwai Coal (MC). MC merupakan satu-satunya konsesi yang menjalankan aktivitas produksi dan memproduksi batu bara kokas keras dari tambang Lampunut, sementara LC saat ini sedang melakukan optimalisasi tambang.

Perusahaan akan terus mengembangkan pasarnya di negara-negara penghasil baja di wilayah Asia.

Berdasarkan prospektus IPO, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 6.048.580.000 dengan nominal Rp 100/saham, setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan demikian, perusahaan akan mendapatkan dana senilai Rp 604,85 miliar.

Dana dari IPO ini sebesar 58,3% akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada anak usahanya, PT Maruwai Coal (MC), untuk belanja modal berupa perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batu bara serta infrastruktur pendukung.

Hal ini diberikan dalam rangka meningkatnya produksi batu bara dan biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu tahun 2022 sampai dengan 2023.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk membayar kembali sebagian pokok pinjaman perusahaan ada Adaro Energy.

Setelah sahamnya listing di BEI, harganya pun sempat melesat cukup lama, di mana saham ADMR pun sempat melesat sekitar 600% dari harga penawaran awal saat perdagangan perdananya hingga 11 Januari lalu.

Akibatnya, otoritas bursa pun sempat memasukkan ADMR dalam radar pengawasan lantaran telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

2. Pemecahan Saham (Stock Split) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Emiten distributor bahan bakar minyak (BBM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) pada 12 Januari lalu, dengan rasio 1:5.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat itu, setelah stock split, nilai nominal semula Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham.

Aksi korporasi ini sendiri sudah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 20 Desember 2021.

Sebelumnya, manajemen AKRA menjelaskan, stock split ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI.

"Melalui stock split ini harga saham perseroan akan menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel, sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah saham perseroan," kata manajemen AKRA, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (6/1/2022).

3. IPO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC)

Perusahaan jual beli mobil milik pengusaha TP Rachmat, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 25 Januari lalu.

Perseroan melepas sebanyak 2.549.271.000 saham baru, atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan harga penawaran umum perdana saham Rp 256 setiap sahamnya.

Saat debut perdana melantai di bursa, saham ASLC sempat naik 25% menyentuh level Rp 320 per saham.

"IPO ini jadi momentum perseroan untuk mengembangkan model bisnis baru untuk menangkap peluang pasar yang lebih besar," kata Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, dalam keterangan resmi, Selasa (25/1/2022).

Selain akuisisi PT JBA Indonesia, perseroan juga akan mengembangkan bisnis start-up untuk kendaraan bekas yaitu Caroline dan Cartalog. Di mana Caroline akan berfokus pada O2O (Online-to-Offline) used car dealer, sedangkan Cartalog merupakan aplikasi untuk price engine dan listing jual beli kendaraan bermotor.

Dalam IPO ini, anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) ini meraih dana sebesar Rp 652,61 miliar.

Rencananya, dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya sekitar 64,7183% akan digunakan untuk modal kerja sehubungan dengan usaha baru yang sudah mulai beroperasi sejak 3 Januari 2022, antara lain usaha jual beli kendaraan bekas baik online maupun offline.

Kemudian, sisanya 35,2817% untuk pelunasan seluruh pinjaman ke perusahaan induk, ASSA.

Autopedia merupakan wadah dari berbagai bidang usaha yang berhubungan dengan otomotif, mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil online, jasa inspeksi, dan penyedia data harga mobil dan motor.

Saat ini, Autopedia bergerak dalam bidang balai lelang melalui entitas anak dan perdagangan eceran mobil.

Sebagaimana disinggung sedikit di atas, Autopedia merupakan bagian dari Grup ASSA, di mana ASSA, yang juga pemilik jasa kurir Anteraja, merupakan bagian dari Grup Triputra yang bergerak di berbagai sektor usaha, antara lain agribisnis, manufaktur, pertambangan dan jasa perdagangan.

Dari Right Issue Allo Bank Hingga IPO Adhi Commuter Properti
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading