Penawaran Saham Dimulai Hari Ini, IPO GoTo Patuhi Free-Float

Market - vap, CNBC Indonesia
01 April 2022 07:55
GoTo (Tangkapan layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi memulai masa penawaran umum saham pada hari ini, Jumat (1/4/2022), dan dijadwalkan akan berlangsung hingga 7 April 2022.

Setelah proses IPO rampung, pencatatan saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022.

Menjelang listing di BEI, tidak sedikit publik yang bertanya-tanya apakah GOTO telah memenuhi aturan free-float bursa, mengingat persentase jumlah saham yang ditawarkan cukup kecil. 


Namun I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa GoTo comply dengan aturan free-float.

Berdasarkan ketentuan III.2.6.3 Peraturan No. I-A, Bursa mengatur bahwa untuk perusahaan dengan Ekuitas lebih dari Rp 2 triliun, jumlah saham Free Float setelah Penawaran Umum paling sedikit 10% (sepuluh perseratus) dari jumlah saham yang akan dicatatkan di Bursa.

Nyoman menyatakan jumlah minimal 10% tersebut telah dipenuhi GOTO melalui dua hal. 

"Pertama, berdasarkan prospektus terbaru per tanggal 31 Maret 2022, saham yang ditawarkan GOTO dalam penawaran umum perdana yang akan diambil oleh investor adalah sebanyak 40.615.056.000 saham atau 3,43% dari modal disetor dan ditempatkan setelah penawaran umum," ujarnya kepada media, dikutip Jumat (1/4/2022).

Kedua, berdasarkan komposisi pemegang saham pre-IPO dan merujuk pada Peraturan Bursa No. I -A butir I.22 mengenai kriteria jenis pemegang saham free float yaitu saham yang (i) dimiliki pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan di bawah 5% dan tidak termasuk (ii) bukan dimiliki oleh pengendali dan afiliasi dari perusahaan (iii) bukan dimiliki oleh Direksi dan dewan komisaris dan (iv) bukan saham treasuri Perseroan, komposisi free float Perseroan mewakili 66,51% dari modal disetor dan ditempatkan setelah penawaran umum.

Berdasarkan prospektus terbaru, GoTo menawarkan sebanyak 40.615.056.000 Saham Seri A yang seluruhnya merupakan Saham Baru dan dikeluarkan dari portepel Emiten, dengan nilai nominal Rp 1 per saham, yang mewakili sebesar 3,43% dari modal ditempatkan dan disetor Emiten setelah Penawaran Umum Perdana Saham ("Saham Yang Ditawarkan").

Saham baru tersebut akan ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran Rp 338 setiap saham. Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebesar Rp 13.727.888.928.000.

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Emiten bersama-sama Penjamin Emisi Efek berencana untuk melakukan stabilisasi harga dengan menerapkan Opsi Penjatahan Lebih, yang bukan merupakan bagian dari penyesuaian kelebihan pemesanan saham penjatahan terpusat sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk Secara Elektronik dan Surat Edaran OJK No. 15/SEOJK.04/2020 tentang Penyediaan Dana Pesanan, Verifikasi Ketersediaan Dana, Alokasi Efek Untuk Penjatahan Terpusat, dan Penyelesaian Pemesanan Efek dalam Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham secara Elektronik.

Pelaksanaan Opsi Penjatahan Lebih hanya dapat dilakukan dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah Saham Yang Ditawarkan kepada Masyarakat.

Opsi Penjatahan Lebih akan memberikan hak kepada Penjamin Emisi Efek, yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 15% dari Saham Yang Ditawarkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 6.092.258.400 Saham Seri A dari saham treasuri Emiten pada Harga Penawaran.

Dana yang diperoleh dari penjualan saham tambahan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk melakukan stabilisasi harga melalui pembelian saham di pasar sekunder oleh Emiten melalui Agen Stabilisasi untuk mengupayakan agar harga saham tidak menjadi lebih rendah dari Harga Penawaran.

Pembelian saham tersebut dapat dilakukan dengan satu atau lebih transaksi sejak Tanggal Pencatatan dan akan berakhir pada: (i) tanggal yang jatuh pada 30 Hari Kalender sejak Tanggal Pencatatan; atau (ii) tanggal di mana Agen Stabilisasi telah membeli melalui BEI jumlah keseluruhan sebesar 6.092.258.400 Saham Seri A.

"Pihak yang menjadi Agen Stabilisasi adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia," tulis prospektus. 

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Emiten akan menerbitkan saham baru sebesar (i) sebanyak-banyaknya 1,5% setiap tahun, untuk jangka waktu 10 tahun setelah Tanggal Efektif, yang akan dihitung dari modal ditempatkan dan modal disetor Emiten sejak pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2021, yang menyetujui hal tersebut (Program Kepemilikan Saham); dan

(ii) sebanyak-banyaknya 10,0% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh atau modal disetor yang tercantum dalam perubahan anggaran dasar yang telah diberitahukan dan diterima menteri yang berwenang pada saat akan dilakukan penambahan modal, dengan risiko dilusi yang terkait, untuk ditawarkan dan dicatatkan di bursa efek yurisdiksi lain (Penawaran Internasional).

Selain itu, bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham Emiten, (i) GoTo Peopleverse Fund ("GPF") melakukan penawaran umum melalui pemberian opsi saham secara cuma-cuma khusus hanya kepada karyawan, konsultan, mantan karyawan, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berhak sampai dengan sebesar 106.908.291.844 opsi saham, di mana setiap opsi saham dapat dilaksanakan menjadi satu Saham Seri A Emiten yang dimiliki oleh GPF, dan jumlah Saham Seri A yang dimiliki oleh GPF adalah sebanyak 106.908.291.844 Saham Seri A, yang mewakili sebesar 9,03% dari modal ditempatkan dan disetor Emiten setelah Penawaran Umum Perdana Saham; dan

(ii) Salam Satu Aspal Limited ("SSA") melakukan penawaran umum melalui pemberian saham secara cuma-cuma sebanyak-banyaknya sebesar 919.543.700 Saham Seri A yang dimiliki SSA, yang mewakili sebesar-besarnya 0,08% dari modal ditempatkan dan disetor Emiten setelah Penawaran Umum Perdana Saham, yang ditawarkan khusus kepada sekitar 600.000 mitra pengemudi di Indonesia yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Emiten.

GoTo telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Sementara, penjamin emisi efek adalah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Deutsche Sekuritas Indonesia, PT Nilai Inti Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Sucor Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga IPO GoTo di Bawah Bukalapak (BUKA), Supaya Terjangkau


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading