Saat DPR Bicara Dividen BMRI

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
30 March 2022 13:55
Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memutuskan bakal membagikan dividen tahun buku 2021, Rp 16,82 triliun. Angka ini setara 60% dari laba bersih tahun lalu, Rp 28,03 triliun.

Nilai dividen itu dikeluhkan oleh anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mufti Anam. "Harapan kami, dividen yang dibagikan lebih optimal," ujar Mufti Mufti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI, Rabu (30/3/2022).

Ia membandingkan dengan dividen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Menurutnya, kucuran kredit BBRI tidak sebesar BMRI. Namun, dividen BBRI dinilai lebih optimal.


Secara nilai, dividen BBRI sejatinya lebih kecil dibanding BMRI. Nilainya Rp 26,4 triliun. Namun, seara payout ratio lebih besar. Nilai dividen BBRI setara 85% dari laba bersih tahun lalu.

Dengan besaran tersebut, negara bakal menerima dividen sekitar Rp 14,03 triliun dari BBRI. Sedang dari BMRI, nilai dividen yang diterima negara hanya sekitar Rp 8,75 triliun.

"Harapan kami deviden yang diberikan oleh Mandiri kepada negara bisa lebih optimal, misalnya BRI bisa memberikan 85% sedangkan Mandiri hanya 60% saja," kata Mufti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI, Rabu (30/3/2022).

Mufti mengingatkan pada Mandiri agar bisa lebih optimal kontribusinya kepada negara, pasalnya previledge yang diberikan negara luar biasa kepada mandiri.

"Kami ingin apa sudah dilakukan pemerintah bisa dioptimalkan. Dahulu pemerintah juga mengeluarkan dana yang besar dan meracik Mandiri dengan sedemikian rupa," tegas Mufti.

Dividen BRI yang akan dibagikan sekurangnya ekuivalen Rp 174,23 per lembar saham dan ini meningkat signifikan, meningkat 76,17% dibanding dividen per lembar saham di 2020 sebesar Rp 98,9 per lembar. Untuk dividen RI atas kepemilikan saham oleh pemerintah, sebesar 53,19% saham BRI kan dimiliki pemerintah maka proporsional kepemilikan itu dividen kepada pemegang saham negara sebesar Rp 14,045 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, besaran dividen tersebut sejalan dengan komitmen manajemen Bank Mandiri untuk dapat berkontribusi secara optimal kepada negara serta keinginan untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, antara lain dengan melanjutkan transformasi digital pada produk dan layanan keuangan perseroan agar semakin andal dan terpercaya.

"Keputusan ini juga mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya, besaran dividen tersebut telah mempertimbangkan posisi likuiditas serta struktur permodalan Bank Mandiri dalam mendukung rencana di tahun 2022.

Adapun, setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri sampai dengan akhir tahun nanti diproyeksikan pada level yang kurang lebih sama dengan Desember 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pilih Deposito Atau Dividen Bank? Coba Baca Ini Dulu


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading