Diborong Asing Rp 352 M, Saham TLKM Melesat 2,44%

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
08 March 2022 16:01
Employees of Indonesia's largest telecommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) work at Plasa Telkom building in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten telekomunikasi BUMN PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ditutup melesat pada perdagangan, Selasa (8/3/2022). Seiring dengan kenaikan tersebut, investor asing melakukan beli bersih (net buy) dengan nilai jumbo hari ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM naik 2,44% ke posisi Rp 4.620/unit, melanjutkan kenaikan sejak 2 hari sebelumnya.

Dengan ini, dalam seminggu saham TLKM sudah menguat 6,45% dan dalam sebulan terapresiasi 9,22%. Adapun sejak awal tahun (ytd), saham emiten yang melantai di bursa sejak November 1995 ini sudah melejit 14,36%.


Hari ini, nilai transaksi saham TLKM sebesar Rp 1,08 triliun, terbesar keempat di bursa.

Adapun, volume perdagangan saham TLKM mencapai 234,09 juta saham.

Selain itu, investor asing melakukan beli bersih Rp 352,88 miliar di pasar reguler, tertinggi nomor 2 hari ini.

Sementara, asing juga melakukan beli bersih Rp 31,31 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Sejak awal tahun, asing memang tercatat gemar memborong saham TLKM dengan catatan beli bersih Rp 3,83 triliun di pasar reguler.

Mengenai kinerja fundamental, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) Telkom tercatat naik 13,15% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 18,87 triliun per akhir September 2021 dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 16,68 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan pendapatan konsolidasi perseroan sebesar 6,11% secara tahunan, dari Rp 99,94 triliun per kuartal III 2020 menjadi Rp 106,04 triliun pada kuartal ketiga 2021.

Telkom sendiri menargetkan pendapatan perusahaan yang tumbuh di angka mid single digit, yakni di kisaran 5-6% di 2022.

VP Investor Relations Telkom Indonesia, Andi Setiawan optimistis bisa mempertahankan kinerjanya di tengah pandemi dan pemulihan ekonomi. Dia menilai parameter yang paling penting adalah margin.

"Kami ingin tetap di kisaran 50% dimana rasanya operator telekomunikasi dengan margin 50% ini salah satu yang paling baik, meski kalau kami benchmark-nya secara global," ujar Andi dalam Economic Outlook Capital Market CNBC Indonesia, Kamis (17/2/2022).

Kabar teranyar, Telkom, melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), kembali bergabung di konsorsium sistem komunikasi kabel laut internasional Southeast Asia-Middle East-Western Europe 6 (SEA-ME-WE 6).

Diwartakan CNBC Indonesia, Kamis pekan lalu (3/3/2022), bergabungnya Telkom dalam SEA-ME-WE 6 resmi dilakukan sejak akhir Februari, seiring dimulainya konstruksi sistem kabel bawah laut sepanjang 19.200 km yang menghubungkan beberapa negara antara Asia Tenggara dan Eropa.

Ini adalah kali kedua Telkom melalui Telin bergabung di konsorsium tersebut, setelah pertama kali terlibat pada 2014 lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

TLKM Laba Rp 18,9 T, IndiHome & Layanan Digital Jadi Andalan


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading