Efek Perang di Ukraina, Bursa Saham Eropa Jeblok!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
28 February 2022 15:35
A computer screen shows news about Brexit with British Prime Minister Theresa May as a broker watches his screens at the stock market in Frankfurt, Germany, Wednesday, Jan. 16, 2019. (AP Photo/Michael Probst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa berjatuhan pada sesi awal perdagangan hari ini. Pusaran konflik di Ukraina masih menjadi faktor utama penyebab koreksi.

Pada Senin (28/2/2022) pukul 15:22 WIB, berikut perkembangan sejumlah bursa saham di Benua Biru:


Di London, harga saham BP anjlok hampir 5%. Penyebabnya adalah rencana BP untuk melepas kepemilikan saham di Rosneft, raksasa migas Rusia. Kepemilikan BP di Rosneft mencapai hampir 20%.

"Saya sangat terkejut dan sedih akibat situasi di Ukraina. Hati saya bersama mereka yang terdampak konflik. Ini membuat kami berpikir kembali mengenai posisi BP di Rosneft," tegas Bernard Looney, CEO BP, sebagaimana diwartakan Reuters.

Masalahnya, Rosneft menyumbang sekira setengah dari cadangan migas yang dikuasai BP. Sepertiga produksi migas BP pun merupakan sumbangsih dari Rosneft. Ini tentu akan menekan kinerja BP sehingga sahamnya dilego oleh pelaku pasar.

Serangan Rusia ke Ukraina memang sangat terasa di pasar keuangan dunia. Negara-negara Barat dan Jepang sepakat untuk mendepak Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT. Kabar ini membuat saham perbankan Eropa masuk jalur merah dengan koreksi tajam.

Pada pukul 15:21 WIB, harga saham Commerzbank anjlok 5,76%. Sedangkan harga saham Deutsche Bank ambles 6,65%.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Artikel Selanjutnya

PDB Tergerus PPKM, IHSG Akhir Pekan Ditutup Terkoreksi


(aji/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading