Sempat Lompat karena Perang, Faktanya Pekan Ini Emas Melemah

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
26 February 2022 12:20
FILE PHOTO: An employee sorts gold bars in the Austrian Gold and Silver Separating Plant 'Oegussa' in Vienna, Austria, December 15, 2017.  REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia pada perdagangan pekan ini terpantau terkoreksi, meski harganya sempat melesat karena masih memanasnya konflik antara Rusia dengan Ukraina.

Harga emas dunia pada pekan ini melemah 0,54% secara point-to-point. Pada penutupan perdagangan Jumat (25/2/2022) kemarin, harga emas dunia merosot 0,82% ke level US$ 1887,6/troy ons.


Padahal pada perdagangan intraday Kamis lalu, harga emas sempat melonjak 3,5% ke level US$ 1.973/troy ons. Namun pada penutupan perdagangan Kamis lalu, harganya terpangkas dan melemah 0,23% di level US$ 1.903/troy ons.

Harga emas yang sempat melonjak lebih dari 3% terjadi setelah adanya ledakan yang terjadi di ibukota Ukraina, yakni Kiev. Tak hanya terjadi di Kiev, beberapa kota di Ukraina juga terdengar rentetan ledakan.

Akan tetapi harga emas kemudian turun. Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden hanya akan memberikan sanksi ekonomi ke Rusia, bukan sanksi militer.

"Hari ini saya mengizinkan sanksi tambahan yang lebih kuat, dan pembatasan apa saja yang bisa diekspor ke Rusia. Ini akan membebani ekonomi Rusia secara langsung dan dari waktu ke waktu," kata Biden sebagaimana diwartakan CNBC International, Jumat (25/2/2022).

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak akan merusak perekonomian dunia.

"Rusia masih merupakan bagian dari perekonomian dunia. Kami tidak akan membahayakan sistem perekonomian dunia selama kami menjadi bagian di dalamnya," kata Putin.

Menurut Edward Moya, analis pasar senior di Oanda mengatakan meski sentimen membaik dan harga emas berbalik melemah, tetapi dalam jangka pendek harganya masih akan berpotensi menguat seiring masih tingginya permintaan investor untuk membeli emas.

"Aksi jual emas setelah Presiden Biden meluncurkan sanksi, menurut banyak orang tidak cukup memukul, namun, penyerangan Rusia ke Ukraina adalah game changer dan permintaan safe haven akan tetap tinggi dan harga emas kemungkinan akan mendapat dukungan kuat dalam jangka pendek," kata Moya.

Meski Biden hanya akan menerapkan sanksi ekonomi kepada Rusia, tetapi situasi di Ukraina hingga saat ini masih mencekam.

Terbaru pada hari ini, CNN melaporkan ledakan masih terus terjadi di ibukota Kiev, Ukraina. Ledakan telah terlihat dan terdengar di beberapa bagian kota Kiev, setelah berhari-hari pertempuran sengit dan ledakan di pinggiran luar saat pasukan Rusia mendekati kota itu.

Sabtu dini hari waktu setempat, video dari saksi mata menunjukkan ledakan terjadi di daerah barat laut Kyiv. Ada sebuah pangkalan militer di daerah tersebut.

Sebelumnya, Tim CNN di ibu kota Kiev juga melaporkan mendengar ledakan keras di barat dan selatan kota itu Sabtu. Tak lama setelah itu, Layanan Komunikasi Khusus Negara Ukraina mengatakan bentrokan sedang berlangsung di pinggiran timur juga.

"Musuh mencoba menyerang CHP-6 di dekat Troieschyna. Angkatan Bersenjata memberikan pertempuran," kata dinas tersebut.

Sekitar pukul 09:00 WIB, tim CNN di Kiev juga mendengar ledakan keras di barat dan selatan kota, dengan langit menyala dengan serangkaian kilatan di cakrawala.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

The Fed Makin Hawkish, Emas Dunia Ambles Nyaris 2% Pekan Ini


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading