Ciamik! Cetak Rp 4,01 T, Laba Bank Mega Nomor 5 Se-Indonesia

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
25 February 2022 10:23
Kostaman Thayib (Tangkapan layar CNBC IndonesiaTV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pandemi, laba bersih PT Bank Mega Tbk (MEGA) tetap tumbuh mencapai 33% YoY menjadi Rp 4,01 triliun. Berdasarkan data laporan kinerja Bank Mega 2021, nilai aset perusahaan sepanjang tahun lalu tumbuh 18% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 133 triliun. Pertumbuhan ini di atas kenaikan aset industri perbankan nasional yaitu 10% YoY. Dan mendudukkan raihan laba Bank Mega di 5 besar perbankan, kendati secara aset bukan termasuk yang terbesar. 

Meski bertumbuh, Bank Mega juga mengalami berbagai tantangan pada 2021 seperti banyak industri lainnya, seperti perekonomian global yang belum pulih dan juga ekonomi Indonesia yang belum stabil. Ditambah lagi, dengan vaksinasi yang belum merata dan serangan varian delta pada 2021 lalu.

Untungnya Bank Mega bisa bertransformasi dengan cepatnya arus digitalisasi ekonomi keuangan dengan dominasi sejumlah BigTech. Termasuk juga, tuntutan atas ekonomi hijau (green economy) dan keuangan berkelanjutan (sustainable finance).


"Kalau kita lihat dari sisi total profit after tax kita lihat ini profit after tax Bank Mega konsisten terus naik dari Rp 525 miliar di 2013, sekarang sudah di lebih dari Rp 4 triliun di 2021. Malah kalau kita lihat saat kondisi pandemi di awal tahun 2020 di mana pertumbuhan profit perbankan minus 33% saat itu pun profit after tax Bank Mega tumbuh 50%," tukas Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib dalam paparannya secara langsung di CNBC Indonesia TV, Jumat (25/2/2022).

Dia menlanjutkan, perseroan mampu meneruskan kinerja cemerlang dengan laba bersih tumbuh dari Rp 3 triliun menjadi Rp 4 triliun. "Ini adalah menunjukkan proft after tax perbankan di indonesia. urutan pertama tentu ini yang profitnya Rp 32 triliun, di sini profit Bank Mega berada di posisi nomor lima tebresar di indonesia. Walaupun total aset Bank Mega berada di urutan nomor 14," paparnya.

Melewati berbagai tantangan, Bank Mega mencatatkan diri sebagai salah satu bank dengan laba terbesar di Indonesia. Selain Bank Mega, empat bank lain yang juga mencatatkan kinerja moncer antara lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sepanjang 2021, mereka mencatatkan kinerja cemerlang yang tercermin dengan perolehan laba bersih yang melesat hingga tumbuh tiga kali lipat. Kinerja moncer itu tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan fokus bank menekan biaya dana.

Sebagai catatan bank-bank besar pencetak laba terbesar di Tanah Air, paling besar adalah BRI yang berhasil membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 32,22 triliun atau tumbuh 75,53% secara tahunan sepanjang 2021. Lalu di posisi kedua ada BCA dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 31,41 triliun, tumbuh 15,8% secara tahunan.

Lalu di tempat ketiga ada Bank Mandiri yang membukukan laba bersih sebesar Rp 28,03 triliun sepanjang 2021, tumbuh 66,83 persen secara tahunan. Tak ketinggalan di posisi keempat ada BNI dengan perolehan laba sebesar Rp10,89 triliun pada 2021, tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Strategi Bank Mega Kejar Target Laba Rp 4,3 T Tahun Ini


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading