Belanja Modal ADRO Hingga US$ 450 Juta Tahun Ini, Buat Apa?

Market - Vega Aulia Pradipta, CNBC Indonesia
24 February 2022 08:30
FILE PHOTO: The logo of PT Adaro Energy as seen at PT Adaro Energy headquarters in Jakarta, Indonesia, October 20, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menganggarkan belanja modal (capex) jumbo pada tahun ini, hingga US$ 450 juta. Sayangnya, tidak dirinci belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk apa saja. 

Perseroan membagikan ringkasan panduan PT Adaro Energy Indonesia Tbk tahun 2022 seperti berikut, pertama, alokasi belanja modal sebesar AS$ 300 juta - AS$ 450 juta. Lalu EBITDA operasional di kisaran AS$ 1,9 miliar - AS$ 2,2 miliar.

Perseroan menargetkan produksi batu bara mencapai 58 juta ton hingga 60 juta ton tahun ini, sedangkan nisbah kupas ditargetkan sebesar 4,1x.


Adaro Energy Indonesia (AEI) mencatat volume produksi batu bara 52,70 juta ton pada tahun 2021, sesuai target produksi yang ditetapkan 52-54 juta ton. Sementara itu, volume penjualan batu bara tahun 2021 mencapai 51,58 juta ton.

"AEI mencatat total produksi 52,70 juta ton pada tahun 2021, setara dengan penurunan 3% year-on-year (y-o-y) dari tahun 2020. Volume penjualan batu bara pada tahun 2021 mencapai 51,58 juta ton, atau turun 5% y-o-y," tulis keterangan resmi ADRO yang dikutip, Kamis (24/2/2022).

Selanjutnya, nisbah kupas tahun 2021 mencapai 4,15x, di bawah target yang ditetapkan 4,80x. Hal ini akibat faktor cuaca yang kurang mendukung di sepanjang tahun, yang mempengaruhi aktivitas pengupasan lapisan penutup.

"Total pengupasan lapisan penutup tahun 2021 adalah 218,90 million bank cubic meter (Mbcm), atau naik 4% y-o-y, yang menghasilkan nisbah kupas 4,15x untuk tahun 2021," ungkap manajemen ADRO.

Pada 4Q21, produksi batu bara AEI mencapai 13,06 juta ton, atau 3% lebih rendah daripada 4Q20. Total volume penjualan batu bara pada 4Q21 tercatat 12,72 juta ton, atau turun 6% y-o-y.

Total pengupasan lapisan penutup pada 4Q21 adalah 48,59 Mbcm, atau turun 16% y-o-y, dan nisbah kupas kuartal ini mencapai 3,72x.

Produk E4700, E4900, dan E4200 meliputi lebih dari tiga per empat volume penjualan batu bara tahun 2021, yang ditopang oleh permintaan yang solid untuk batu bara jenis ini.

"Indonesia merupakan tujuan penjualan tertinggi AEI pada tahun 2021, sesuai komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri," ungkap manajemen ADRO. 

Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur menduduki posisi tertinggi untuk destinasi ekspor AEI, yang masing-masing mengambil porsi 20%. China meliputi 19% penjualan AEI di periode ini, sejalan dengan peningkatan permintaan negara tersebut terhadap batu bara Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Buyback Rp 4 T, Saham ADRO Melonjak Nyaris 10%


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading