Sempat Terbang, ADCP Malah ke Zona Merah & ADHI Kena ARB

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
23 February 2022 12:55
Jajaran manajemen Adhi Commuter Properti.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pengembang properti, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) hari ini mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 23 Februari 2022.

Pada debut perdagangan saham ini sempat dibuka terbang, sebelum akhirnya bergerak di zona merah dan tercatat turun 2,31% ke level Rp 127 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama Rabu (23/2).

Saham ADCP semula dibuka dengan ciamik yang mana sampai dengan pukul 09.05 WIB, harga saham ADCP berada di level Rp 159 per dan kemudian kembali bergerak naik fluktuatif dan sempat menyentuh ke level Rp 174 per saham atau nyaris menyentuh batas auto rejection atas dengan peningkatan harga 33,84%.


Saham anak perusahaan dari Adhi Karya (ADHI) ramai diperdagangkan dan tercatat berpindah tangan sebanyak 70,8 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp 184,40 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,34 miliar saham.

Transaksi di saham ini hampir secara eksklusif dilakukan oleh investor domestik dengan transaksi asing hanya 0,33% dari total. Asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 38,88 juta.

Turunnya saham ADCP pada debut setelah dibuka kuat sepertinya terjadi akibat profit taking yang dilakukan oleh sejumlah investor awal yang memperoleh jatah dalam IPO.

Sementara itu saham induk perusahaan tercatat jeblok dan mengalami ARB pada penutupan perdagangan sesi pertama. Saham ADHI ditutup melemah 6,70% ke level Rp 835 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,97 triliun. Transaksi tercatat relatif sepi dengan asing melakukan jual bersih Rp 1,72 miliar.

Sebagai informasi, ADCP menjadi emiten ke-8 yang tercatat di BEI pada tahun ini dengan melepas sebanyak 2.222.222.200 saham dengan harga penawaran umum Rp 130 per saham.

Direktur Utama ADCP, Rizkan Firman mengatakan, melalui IPO ini semakin memperkuat bisnis perusahaan sebagai pengembang properti Transit Oriented Development (TOD).

ADCP memperoleh dana sebesar Rp 288.888.886.000 dari IPO. Dana yang diperoleh dari IPO sekitar 26% dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting yang berada di kawasan Bogor yaitu Proyek Adhi City Sentul.

Selanjutnya, sekitar 25% akan digunakan untuk Akuisisi/Pengembangan Lahan Baru di kawasan Bekasi. Akuisisi tersebut yaitu akuisisi lahan baru yang berupa tanah seluas 3,6 Ha milik PT Prakarsa Triotama Jaya yang berlokasi di Cikunir, Bekasi, di mana tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development (Apartemen dan Komersial).

Terakhir sekitar 49% dari hasil Penawaran Umum akan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A.

Sementara itu, saham ADHI yang merupakan induk usaha ADCP, ikut terkoreksi pada perdagangan hari ini. Pada penutupan sesi I, harga saham ADHI tercatat anjlok 6,7% ke level harga Rp 835/saham. 

Artinya hari ini, saham ADHI pada sesi I terkoreksi dalam dan menyentuh batas bawah penolakan otomatis (autoreject bawah/ARB).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Akhirnya! Adhi Commuter Dijadwalkan Listing 23 Februari


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading