Masih Hold, Tesla Sebut Punya Bitcoin Rp 28 T Pada Akhir 2021

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
08 February 2022 17:30
A Tesla model 3 car is seen in their showroom in Singapore October 22, 2021. Picture taken October 22, 2021. REUTERS/Edgar Su

Jakarta, CNBC Indonesia - Tesla mengatakan bahwa pihaknya memegang US$ 1,99 miliar atau setara dengan Rp 28,55 triliun (kurs Rp 14.350/US$) dalam bentuk Bitcoin pada akhir tahun lalu.

Hal ini diketahui dari sebuah dokumen pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC) yang terbit Senin (7/2) lalu, seperti dikutip dari CNBC.com

Perusahaan membeli total US$ 1,5 miliar (Rp 21,52 triliun) dalam bentuk Bitcoin pada tahun 2021. Aset kripto tersebut mengakhiri tahun 2021 lalu dengan kenaikan hampir 60%, dan diperdagangkan di atas US$ 46.000 per koin (Rp 660,1 juta) pada 31 Desember.


Harga Bitcoin sebelumnya telah merosot turun ke level di bawah US$ 30.000 pada bulan Juli akibat kekhawatiran atas tindakan keras peraturan di China, kemudian kembali melakukan reli ke level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 68.000 pada awal November. Bitcoin diperdagangkan tepat di harga US$ 44.250 per koin pada Selasa (8/2) sore pukul 15.30 WIB.

Tesla secara singkat menerima Bitcoin sebagai opsi pembayaran tetapi segara menghentikan kebijakan tersebut pada bulan Mei karena masalah lingkungan.

Dalam pengajuannya, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk tersebut tidak memperhitungkan Bitcoin sebagai aset mark-to-market, artinya itu hanya memengaruhi pendapatan saat membeli atau menjual mata uang.

Oleh karena itu, penurunan nilai Bitcoin seharusnya tidak mempengaruhi pendapatan selama Tesla belum melepaskan kepemilikannya.

Tesla mencatat kerugian penurunan nilai senilai US$ 101 juta (Rp 1,45 triliun) pada tahun 2021 dari investasi Bitcoinnya, mengutip penurunan nilai aset kripto dalam pengajuan kepada SEC.

Tesla menambahkan bahwa mereka sebelumnya telah memperoleh keuntungan sebesar US$ 128 juta (Rp 1,83 triliun) setelah menjual sebagian dari kepemilikannya Maret lalu. Secara keseluruhan, Tesla tercatat masih mengalami keuntungan US$ 27 juta (Rp 387 miliar) dalam transaksi kripto tahun lalu.

Meski demikian penurunan nilai tersebut oleh Tesla dicatat sebagai kerugian negatif dalam restrukturisasi dan biaya lainnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk Jual Saham Tesla, Borong Bitcoin & Dogecoin?


(fsd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading