Bank Syariah Indonesia Mampu Kerek Laba 38% di 2021

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 January 2022 16:31
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank BUMN Syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,02 triliun sepanjang tahun 2021.

Laba bersih itu naik sebesar 38,45% dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 2,18 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut mengerek nilai laba bersih per saham dasar BRIS dari sebelumnya Rp 53,52 per saham menjadi Rp 73,69 per saham.


Berdasarkan publikasi laporan keuangan perusahaan, perusahaan membukukan kenaikan pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib sebesar 5,1% menjadi Rp 17,80 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 17,92 triliun.

Pos pendapatan terbesar masih ditopang dari pendapatan dari jual beli Rp 10,18 triliun. Pendapatan bagi hasil senilai Rp 4,45 triliun, pendapatan dari ijarah bersih Rp 75,21 miliar dan pendapatan usaha utama lainnya Rp 3,09 triliun.

Beban usaha tercatat naik menjadi Rp 8,78 triliun dari periode yang sama tahun 2020 senilai Rp 7,95 triliun. Adapun jumlah zakat yang disalurkan perseroan pada 2021 sebesar Rp101,68 miliar, sementara beban pajak sebesar Rp932,32 miliar. Sehingga, emiten bersandi BRIS ini membukukan laba bersih senilai Rp3,02 triliun.

Sepanjang tahun 2021, perusahaan tercatat menyalurkan pembiayaan senilai Rp 170,78 triliun, meningkat 9,29% dari tahun sebelumnya. Salah satu penopang terbesar penyaluran pembiayaan itu adalah piutang murabahah senilai Rp 101,18 triliun dan pembiayaan bagi hasil musyarakah senilai Rp 57,55 triliun.

Total aset perseroan juga meningkat dari sebelumnya Rp 239,58 triliun menjadi Rp 265,28 triliun. Dari sisi risiko pembiayaan, rasio non performing financing (NPF) berada di level Rp 2,93 persen dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 22,09 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat tumbuh sebesar 11,11 persen secara tahunan menjadi Rp 233,24 triliun.

Pada perdagangan Senin ini (31/1/2022), terpantau harga saham BRIS menguat sebesar 1,64% ke level Rp 1.545 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 63,54 triliun. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Bakal Suntik BSI Pakai Saham Dwiwarna


(sys/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading